LPPM Gelar Seminar Angkat Isu-Isu Persoalan Gender
Padangsidimpuan 20/09/2023, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syahada Padangsidimpuan menggelar Seminar Kesetaraan Gender mengangkat berbagai isu-isu persoalan tentang masalah gender yang ada di masyarakat. Seminar yang bertajuk Isu-isu Terkini Persoalan Gender dalam Perspektif Psikologi tersebut dilaksanakan di Aula Gedung Pendidikan Terpadu pada Rabu 20 September 2023 yang lalu.
Menurut paparan Ketua Panitia, Dr. H. Arbanur Rasyid M.A dalam laporan kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan seminar tentang gender ini dihadiri oleh berbagai kalangan dari masyarakat di kota Padangsidimpuan yang secara keseluruhan mencapai 60 peserta.
“Seminar ini dihadiri sebanyak 60 peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kota Padangsidimpuan, mulai dari unsur Pemerintahan, Tokoh Adat, Kepala-kepala Kantor Urusan Agama, tokoh Ormas-Ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dan juga organisasi kemahasiswaan”.
Lebih lanjut Dr. H. Arbanur Rasyid M.A yang juga sebagai Ketua LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan menjelaskan bahwa kegiatan seminar yang mengundang masyarakat ini merupakan bagian dari program kampus dan tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan dalam rangka membuka cakrawala berpikir dan berdiskusi untuk untuk pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kesetaraan gender dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Selain juga sebagai bentuk program kampus kita dimana salah satu bunyi visinya adalah membangun masyarakat yang saleh cerdas dan moderat.”, terang Arbanur Rasyid.
Seminar ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag. Selain apresiasi atas pelaksaan seminar ini, pada kesempatan tersebut Rektor juga mengajak masyarakat untuk sadar pentingnya konsep kesetaraan gender ini dipahami.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan Seminar Kesetaraan Gender oleh LPPM. Kita menyadari masih banyaknya problematika ditengah-tengah kehidupan masyarakat tentang Gender ini, apalagi dikaitkan dengan budaya sehari-hari di masyarakat dimana hak untuk mendapatkan pendidikan tinggi itu tidak secara adil bisa dimiliki oleh setiap orang, terkhusus kaum perempuan yang sering dimarginalkan haknya. Dan banyak lagi hal lainnya yang menjadi fenomena sosial. Semoga Seminar ini sebagai momentum meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hal itu”. Papar Rektor dalam Sambutannya.




Selanjutnya terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Abdul Mujib, M. Ag selaku Guru Besar Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menjadi narasumber pada hari ini. Pencerahannya sangat diharapkan demi tercapainya pemahaman yang kokoh tentang eksistensi gender ditengah-tengah kehidupan sosial masyarakat kita terutama Kota Padangsidimpuan yang dikenal sebagai wilayah penganut patrialis”, ucap Rektor.
Dibagian sesi acara inti acara Seminar ini, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, sebagai narasumber dengan gamblang memberikan penjelasan, “bahwa perlunya pemahaman konferehensif tentang persoalan gender bagi masyarakat. Kita mesti bisa mempersepsikan bahwa antara jenis kelamin dan gender itu dua hal yang berbeda. Jenis kelamin itu bersifat biologis dan merupakan ciptaan Allah sehingga tidak dapat berubah, sedangkan gender itu dipengaruhi faktor sosial, budaya dan agama, merupakan buatan manusia dan bisa berubah.
Fenomena LGBT yang makin menampakkan eksistensinya saat ini dan menjadi tantangan serius khususnya dikalangan generasi muda kita, sehingga lembaga pendidikan Islam ini diharapkan mesti punya peran dalam mengantisipasi fenomena tersebut, dengan menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan yang solutif bagi peserta didiknya.
Selanjutnya sebagai ummat beragama kita mesti bisa memposisikan bahwa persoalan gender itu harus diposisikan dalam panduan nilai-nilai religiusitas dan bukan tanpa nilai sama sekali, jelas Abdul Mujib.
Seminar Kesetaraan Gender ini berjalan dengan antusias yang diiringi beberapa pertanyaan dan tanggapan dari para peserta pada bagian akhir, kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta, panitia dan narasumber.