Menag RI Salurkan Sapi Kurban ke Pesantren Musthafawiyah Melalui UIN Syahada Padangsidimpuan
Mandailing Natal, 27 Mei 2026 – Momen Idul Adha 1447 Hijriah menjadi wujud nyata kepedulian sosial Kementerian Agama Republik Indonesia. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., melalui Universitas Islam Negeri Syahada Padangsidimpuan, secara resmi menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk santri dan masyarakat melalui Pondok Pesantren Musthafawiyah Panyabungan.

Hewan kurban tersebut diserahkan oleh tim delegasi dari UIN Syahada Padangsidimpuan dan diterima langsung dengan hangat oleh Pimpinan Mudir (Pimpinan) Pondok Pesantren saat ini H. Musthafa Bakri Nasution diwakili Sekretaris Pondok Pesantren H. Ahmad Mukhlis Lubis, S. Pd dan didampingi beberapa guru pada hari Selasa, 26 Mei 2026.
Implementasi Nyata “Kemenag Berdampak”. Demikian disampaikan sekretaris Pesantren. “Penyaluran sapi kurban ke lembaga pendidikan ini adalah bentuk kepedulian dan simpati yang mendalam dari Bapak Menteri Agama dan jajaran Kementerian Agama. Ini merupakan bentuk nyata dari program ‘Kemenag Berdampak’, di mana kehadiran Kementerian Agama harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, ungkap buya Mukhlis
Secara terpisah, Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif dan penyaluran hewan kurban dari Menteri Agama. Menurut Rektor, bahwa Pondok Pesantren Musthafawiyah adalah Pondok yang sudah banyak memberikan kontribusi dalam mencetak ulama dan umara’. Sebagai salah satu Pondok Pesantren Tertua di Sumatera Utara yang berdiri pada 12 Nopember tahun 1912. Dan sampai saat ini masih memiliki peran sentral dan signifikan dalam menjaga tradisi keilmuan klasik dan terus beradaptasi dengan kurikulum modern.
“Kami dari UIN Syahada Padangsidimpuan sangat mengapresiasi dan bangga dapat menjadi perpanjangan tangan Bapak Menteri Agama dalam menyalurkan kurban ini. Penyerahan di Pondok Pesantren sangat tepat sasaran. Selain juga untuk mempererat ukhuwah islamiyah antara umara’ (pemerintah), ulama (tokoh agama), dan masyarakat akar rumput,”
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, UIN Syahada Padangsidimpuan, dan tokoh masyarakat, ibadah kurban tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual ibadah semata, melainkan menjadi ritual sosial yang merupakan implementasi nyata dari tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.