Wisuda UIN Syahada: Rektor Dorong Wisudawan Harmoni­kan Sanad Keilmuan dengan Sanad Kemuliaan

Padangsidimpuan, 15 Agustus 2026 – Universitas Islam Negeri  Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-55 dan Pascasarjana ke-28, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium UIN Syahada Padangsidimpuan dan menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan akademik kampus.

Wisuda kali ini mencatat sejarah tersendiri bagi UIN Syahada Padangsidimpuan. Sebanyak 800 lulusan mengikuti prosesi wisuda dalam satu hari pelaksanaan, menjadikannya sebagai wisuda dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah dilaksanakan kampus tersebut dalam satu hari.

Jumlah wisudawan yang cukup besar membuat panitia melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan efektif. Salah satu langkah yang diterapkan adalah membagi pelaksanaan wisuda ke dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi sore.

Pembagian tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran prosesi sekaligus memberikan ruang yang lebih optimal bagi para wisudawan, keluarga, serta undangan yang hadir. Dengan sistem dua sesi, setiap rangkaian acara dapat dilaksanakan secara lebih teratur tanpa mengurangi kekhidmatan momentum akademik tersebut.

Adapun rincian jumlah wisudawan, pada sesi pertama sebanyak 500 orang terdiri dari mahasiswa  Pascasarjana 80 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 162 orang, mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) 80 orang, dan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) 178 orang.

Sedangkan pada sesi kedua (siang) sebanyak 300 orang terdiri dari mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) 26 orang, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) 274 orang

Prosesi Wisuda Sarjana ke-55 dan Pascasarjana ke-28 UIN Syahada Padangsidimpuan dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian acara wisuda yang berlangsung khidmat di Auditorium UIN Syahada Padangsidimpuan, Sabtu (15/8/2026).

Di tengah rangkaian prosesi Wisuda Sarjana ke-55 dan Pascasarjana ke-28 UIN Syahada Padangsidimpuan, salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah sambutan sekaligus laporan Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan. Agenda tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan perkembangan institusi, capaian akademik, serta berbagai kemajuan yang telah diraih universitas..

Di hadapan para wisudawan, orang tua dan keluarga, anggota senat, serta tamu undangan, Rektor Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan  Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan di UIN Syahada Padangsidimpuan. Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pendidikan sekaligus menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh di tengah masyarakat.

“Selamat dan tahniah kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini adalah momentum penting yang menandai selesainya satu tahapan perjalanan akademik dan sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru dalam kehidupan,” ujar Rektor mengawali sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang selama ini telah memberikan doa, dukungan, pengorbanan, serta ikhtiar terbaik dalam mendampingi putra-putrinya menempuh pendidikan di UIN Syahada Padangsidimpuan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah menitipkan putra-putrinya untuk belajar dan ditempa di UIN Syahada. Pada hari ini, kami menyerahkan kembali anak-anak kita kepada orang tua masing-masing. Semoga mereka menjadi generasi yang berilmu, semakin patuh dan berbakti kepada orang tua, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tutur Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Sumper menegaskan bahwa menjadi alumni UIN Syahada tidak semata-mata tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak.

Menjadi alumni UIN Syahada harus mampu menampilkan harmonisasi antara sanad keilmuan dengan sanad kemuliaan,” tegasnya.

Menurutnya, proses pendidikan yang berlangsung di UIN Syahada merupakan ikhtiar untuk membangun mahasiswa secara utuh. Transfer ilmu pengetahuan diberikan untuk membentuk kecerdasan intelektual dan kompetensi akademik. Namun, kecerdasan tersebut harus berjalan beriringan dengan karakter, etika, dan akhlak mulia.

Al-adabu fauqal ‘ilmi, adab itu berada di atas ilmu,” jelasnya.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Rektor, menjadi bagian penting yang ditanamkan kepada mahasiswa melalui berbagai program pendidikan, termasuk Ma’had Al-Jami’ah yang menjadi salah satu distingsi UIN Syahada Padangsidimpuan. Melalui proses pembinaan tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menjadi insan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian, kedisiplinan, serta akhlak yang baik.

Karena itu, Rektor mengajak seluruh wisudawan untuk bangga menjadi bagian dari keluarga besar UIN Syahada dan menjadikan ilmu serta nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai bekal dalam menatap masa depan.

“Banggalah menjadi alumni UIN Syahada. Susunlah rencana masa depan dengan baik. Jadikan ilmu yang diperoleh di kampus ini sebagai modal untuk melangkah, berkarya, dan memberikan manfaat,” pesannya.

Dalam mengarungi kehidupan setelah menjadi alumni, Rektor menitipkan dua inspirasi filosofis yang dirangkumnya dalam akronim “Mandi dan Mengakar.”

Pertama, “Mandi,” yang dimaknai sebagai Mampu “Memantaskan Diri “ di tengah-tengah pergaulan sosial. Menurutnya, seorang alumni harus mampu menempatkan diri, beradaptasi, membangun komunikasi yang baik, serta menunjukkan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai luhur yang telah diperoleh selama berada di kampus.

Kedua, “Mengakar”, yang dimaknai sebagai semangat untuk mengabdi lewat karya. Alumni diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi terus tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Setelah menyelesaikan pendidikan, jangan hanya berpikir bagaimana menjadi orang sukses untuk diri sendiri. Jadilah pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Mengakar berarti mengabdi lewat karya, senantiasa berkontribusi untuk diri sendiri dan orang lain dalam hal-hal yang positif,” pesan Rektor.

Menutup pesannya, Rektor mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan sejati seorang alumni bukan hanya diukur dari gelar yang disandang, tetapi dari seberapa besar ilmu, akhlak, dan karya yang mampu dihadirkan di tengah masyarakat.

“Jadilah alumni yang ilmunya memberi cahaya, akhlaknya menghadirkan keteladanan, dan karyanya memberikan manfaat. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, khairunnas anfa’uhum linnas,” pungkasnya.

Dengan demikian wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Ia adalah gerbang menuju pengabdian yang lebih luas sebuah awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di UIN Syahada mampu tumbuh menjadi karya, kemuliaan, dan kemanfaatan bagi kehidupan.(mr)