Edukasi “Stop Bullying”, DWP UIN Syahada Perkuat Karakter Santri melalui Program DWP Mengajar

PADANGSIDIMPUAN, 3 Oktober 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan melalui Unsur Pelaksana Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) melaksanakan program DWP Mengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Hikmah, di Jalan Dwikora Ujung, Dusun II Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Memorandum of Agreement (MoA) atau kerja sama antara Ketua DWP UIN Syahada Padangsidimpuan, Ny. JWS Rizki Sumper Mulia Harahap, dengan Kepala MDTA Al-Hikmah, Ustadz Sugito. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen bersama dalam mendukung penguatan pendidikan, pembinaan karakter, serta pengembangan kegiatan edukatif bagi para santri.

Melalui program DWP Mengajar, DWP UIN Syahada Padangsidimpuan menghadirkan edukasi bertajuk “Stop Bullying: Mari Jadi Teman yang Baik! Mengenal Perundungan dan Cara Mencegahnya di Sekolah”. Kegiatan ini diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian, empati, dan sikap saling menghormati kepada para santri sejak dini.

Kegiatan dihadiri Ketua DWP UIN Syahada Padangsidimpuan, Ny. JWS Rizki Sumper Mulia Harahap, Ketua DWP FASIH UIN Syahada Padangsidimpuan, Ny. Yusneli Ahmatnijar, beserta jajaran pengurus DWP. Turut hadir Dekan FASIH UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Ahmatnijar, M.Ag., dan Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Puji Kurniawan, M.A.Hk.

Pihak MDTA Al-Hikmah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Sambutan dari Kepala MDTA Al-Hikmah, Ustad Sugito, diwakili oleh pengurus, Dr. Ahmatnijar, M.Ag. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi atas pelaksanaan program DWP Mengajar yang dinilai memberikan manfaat bagi para santri, khususnya dalam menambah wawasan sekaligus membentuk karakter dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

DWP Mengajar Dorong Generasi Rabbani Berkarakter

Ketua DWP UIN Syahada Padangsidimpuan, Ny. JWS Rizki Sumper Mulia Harahap, menyampaikan bahwa program DWP Mengajar merupakan bentuk kepedulian dan komitmen DWP dalam mendukung peningkatan pendidikan agama, moral, dan karakter anak sejak usia dini.

“Melalui program DWP Mengajar ini, kita ingin memberikan dorongan, motivasi, serta keceriaan kepada para santri MDTA Al-Hikmah agar semakin giat menuntut ilmu agama. DWP hadir tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai bagian aktif dalam membina generasi muda berkarakter Islami,” ungkapnya.

Selain memberikan motivasi keagamaan, DWP FASIH secara khusus memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan atau bullying. Materi tersebut disampaikan secara interaktif agar para santri mampu mengenali tindakan perundungan dan memahami cara mencegah serta menghadapinya.

Narasumber kegiatan, Ny. Siti Zahara Puji Kurniawan, mengajak para santri mengenali berbagai bentuk bullying. Materi yang diberikan mencakup perundungan fisik, seperti memukul atau merusak barang; perundungan verbal, seperti mengejek dan membentak; serta perundungan sosial, seperti mengucilkan teman.

Para santri juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membedakan antara candaan dengan tindakan perundungan. Edukasi tersebut menekankan bahwa tindakan yang dilakukan secara berulang dan dapat menyakiti atau merugikan orang lain tidak dapat dianggap sebagai candaan biasa.

Ajarkan Tiga Langkah Berani Menghadapi Bullying

Dalam kegiatan tersebut, para santri dibekali tiga langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi bullying, yaitu mengatakan “STOP” dengan tegas, menjauhi lokasi terjadinya perundungan, dan segera melaporkan kepada orang dewasa atau guru.

“Kita ingin menanamkan rasa empati kepada anak-anak agar mereka tahu bagaimana rasanya berada di posisi korban perundungan. Melalui kegiatan ini, kami membekali mereka dengan tiga langkah berani jika menghadapi bullying: katakan ‘STOP’ dengan tegas, menjauh dari lokasi, dan segera melaporkan ke orang dewasa atau guru. Melapor demi kebenaran itu adalah tindakan berani, bukan mengadu,” jelas Ny. Siti Zahara Puji Kurniawan.

Tidak hanya diarahkan untuk melindungi diri, para santri juga diajak menjadi “Pahlawan Kebaikan”. Mereka diberikan pemahaman agar tidak ikut menertawakan atau membiarkan ketika melihat teman mengalami perundungan. Sebaliknya, mereka didorong untuk merangkul dan memberikan dukungan kepada korban.

Nilai-nilai positif seperti menghargai perbedaan, saling membantu, serta membiasakan mengucapkan tiga kata santun, yaitu “Tolong”, “Terima Kasih”, dan “Maaf”, turut ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Santri Antusias Ikuti Edukasi

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusias. Para santri mengikuti berbagai aktivitas edukatif, bernyanyi, bershalawat, serta mengulang hafalan surah-surah pendek bersama pengurus DWP dan jajaran pimpinan FASIH. Keaktifan para santri menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh keceriaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pembelajaran di MDTA Al-Hikmah, DWP UIN Syahada Padangsidimpuan juga menyerahkan bantuan berupa Mushaf Al-Qur’an dan bingkisan alat tulis secara simbolis kepada pihak pengelola madrasah dan para santri.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan “Ikrar Bersama: Janji Teman Baik” yang diikuti seluruh santri. Melalui ikrar tersebut, para santri berkomitmen untuk saling menyayangi, menghormati, tidak menyakiti sesama, serta berani menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk perundungan di lingkungan madrasah.

Melalui sinergi program DWP Mengajar tersebut, DWP UIN Syahada Padangsidimpuan bersama jajaran Unsur Pelaksana Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) berharap kegiatan pengabdian dan edukasi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi madrasah dan masyarakat. Program ini diharapkan turut mendorong terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan, harmonis, serta mendukung lahirnya generasi rabbani yang memiliki karakter luhur.