Wakil Menteri Agama Sebut Surabaya Sebagai Miniatur Peradaban Islam
Rabu (04/05/2023) Surabaya Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyebut Surabaya sebagai miniatur peradaban Islam hal ini disampaikan dalam penutupan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) atau Konferensi Internasional Tahunan pada Kajian Keislaman ke-22 tahun 2023 di UIN Sunan Ampel Surabaya.
“Surabaya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan konvensi karena merupakan pusat miniatur berkembangnya peradaban Islam nusantara dengan adanya madrasah, perguruan tinggi Islam, majelis taklim, dan tokoh-tokoh ulama berkaliber”, Ujarnya.
Beliau juga menambahkan Jawa Timur memiliki khasanah kebudayaan praktek keagamaam.
“Surabaya miniatur peradaban Islam yang kaya akan khasanah kebudayaan dan keagamaan nusantara menjadi saksi atas kontribusi Islam bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih berkeadilan dan bermartabat”, Tambahnya.
lebih lanjut wamenag juga menjelaskan praktik-praktik keagamaam yang Rahmatan Lil Alamin
“Selain itu, Jawa Timur memiliki khasanah kebudayaan nusantara yang terkait dengan praktik-praktik keagamaan sehingga dapat menjadi sumber bagi pembentukan warna Islam yang Rahmatan Lil Alamin”, jelasnya.
Wamenag juga berharap dengan gelaran Konvensi ini diharapkan dapat menjadi dokumen akademik sebagai tawaran umat Islam dan dunia dalam menghadapi dinamika kehidupan majemuk yang kompleks sebahgaimana yang tertuang dalam Piagam Surabaya.
Dalam akhir sambutannya Wamenag mendorang para Akademisi dan Intelektual Muslim untuk senantiasa melakukan pengkajian terhadap hukum Islam.
“Dalam era yang semakin kompleks dengan kemajuan teknologi informasi yang cepat, upaya untuk melihat ulang kesesuaian konteks dengan pemahaman ulang atas ajaran Islam sangat dibutuhkan. Kajian fiqih Islam yang lebih ramah terhadap isu-isu kemanusiaan dan perdamaian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peradaban umat manusia”, tuturnya.
sebelumnya Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan semua papers Panelist akan dipublikasikan dalam Jurnal bereputasi.
“Dalam konferensi tersebut, dari 461 papers ada ada 40 yang akan dimuat dalam jurnal internasional bereputasi, sisanya ada yang akan dipublikasikan di Jurnal PTKIN pada Sinta dua dan tiga yang juga memiliki reputasi internasional dan publikasi lainnya”, terangnya.
AICIS 2023 melahirkan Piagam Surabaya, yakni, sebuah dokumen yang sangat penting, pedoman Bagaimana agama di dunia yang berubah dengan cepat ini dapat berkontribusi untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan, Bagaimana fikih bisa menjadi landasan bagi peradaban manusia yang menempatkan manusia sejajar satu sama lain dan bagaimana fikih harus menjadi sumber hubungan dan koeksistensi antaragama yang toleran dan damai, menyongsong kehidupan yang lebih baik dan berkualitas bagi masyarakat dunia.
Piagam Surabaya tersebut merekomendasikan hal-hal berikut :
1.Rekontekstualisasi semua doktrin dan pemikiran keagamaan yang tidak sesuai dengan prinsip martabat manusia, kedamaian dan keadilan;
2.Menjadikan maqashid al-syariah (tujuan tertinggi hukum Islam) sebagai prinsip penuntun reformulasi fikih;
3.Definisi, tujuan dan ruang lingkup fikih harus didefinisikan ulang atas dasar integrasi pengetahuan Islam, ilmu sosial dan hak asasi manusia untuk mengatasi masalah kontemporer.
4.Menafsirkan ulang semua doktrin fikih yang mengkategorikan dan mendiskriminasi manusia atas dasar agama atau etnis, seperti konsep kafir dzimmy dan kafir, atau memandang selain Muslim sebagai tidak setara dan warga negara kedua;
5.Menolak penggunaan agama untuk kepentingan politik. Fenomena politik identitas, khususnya yang berbasis agama, harus ditolak keras.
6.Memelihara keberagaman dalam hidup berdampingan yang toleran dan damai yang menerapkan prinsip moderasi, kesetaraan dan keadilan beragama.




