IKA PTKIN Bersatu di Bawah Kepemimpinan Idrus Marham, IKA UIN Syahada Dorong Peran Strategis Alumni

Jakarta – Konsolidasi nasional alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) memasuki babak baru setelah Idrus Marham resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni PTKIN se-Indonesia. Momentum ini diharapkan menjadi penguat sinergi alumni dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Dalam forum tersebut, Idrus menyampaikan bahwa pertemuan menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk pembentukan wadah komunikasi nasional.
“Pertama adalah pembentukan forum yang secara sepakat diberi nama Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia. Dan ini sudah tersusun kepengurusannya serta segera akan melakukan berbagai macam kegiatan,” kata Idrus, lewat keterangannya, Sabtu, 25 April 2026.

Ia menjelaskan, salah satu agenda yang akan digelar adalah kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Pihaknya akan melakukan kegiatan yang untuk sementara diberi nama Festival Dunia Baru Islam.

Menurut dia, kegiatan tersebut akan menghadirkan tokoh-tokoh Islam dan perwakilan negara-negara Islam.
“Di situ nanti ada pertemuan tokoh-tokoh Islam dengan mengundang perwakilan dari negara-negara Islam, paling tidak duta-duta besar di Indonesia,” ujar Idrus.

Selain itu, akan digelar seminar nasional yang diharapkan melahirkan gagasan konstruktif. Karena menurutnya dari seminar tersebut akan lahir pemikiran-pemikiran konstruktif dalam rangka menyelesaikan masalah keumatan dan kebangsaan.

Ia menambahkan, forum tersebut juga akan membahas penguatan peran umat Islam dalam menjaga persatuan bangsa. Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan festival kuliner dunia Islam dan pameran busana muslim Indonesia.

Seluruh rencana tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Agama selaku pembina forum dan diharapkan dapat diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turut hadir dalam forum tersebut menilai IKA PTKIN memiliki peran strategis dalam mendorong Indonesia menjadi pusat peradaban Islam dunia.
“Memperhatikan situasi global sekarang ini, sangat tepat untuk mempersiapkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam. Karena kondisi Indonesia yang relatif aman dan stabil menjadi modal utama dalam melahirkan peradaban besar,” kata Nasaruddin Umar.

Ia menegaskan, karakter Islam Indonesia yang moderat menjadi kekuatan utama yang membuatnya diterima secara global.
“Tidak ada yang ragu dan tidak ada yang curiga kalau Islam berkembang di Indonesia, karena tidak akan menjadi ancaman bagi siapa pun,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Nasaruddin menilai keberadaan IKA PTKIN menjadi penting untuk mengonsolidasikan potensi intelektual umat.
“Oleh karena itu, pertemuan seperti ini sangat penting untuk mensinergikan para alumni dan pengurus alumni dalam melakukan kegiatan bersama,” katanya.

Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Ikatan Keluarga Alumni UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Nasrun Nasution dan Sekretaris Ratonggi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terbentuknya Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN. IKA UIN Syahada menilai kepemimpinan Idrus Marham menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi alumni PTKIN di seluruh Indonesia.

“IKA UIN Syahada menilai bahwa di bawah kepemimpinan Idrus Marham, persatuan IKA PTKIN harus menjadi kekuatan nyata dalam mendorong peran strategis alumni sebagai agen perubahan, penguat moderasi beragama, serta motor penggerak pembangunan umat dan bangsa,”Tegas Ketua bersama Sekretaris.