Saipul Bakhri dan Hengki Pranata Tampilkan Aplikasi Ilmu Falak di OASE PTKIN 2026, Husni Rofiqoh Nasution Tampil di Qira’atul Qutub
YOGYAKARTA – Kontingen Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN 2026 yang berlangsung di Yogyakarta. Kali ini, Saipul Bakhri dan Hengki Pranata tampil mempresentasikan inovasi di bidang Astronomi/Ilmu Falak melalui karya aplikasi Sistem Informasi Falak dan Syariah (Sifasya), yang dirancang sebagai acuan informasi waktu dan ibadah secara transparan dan akuntabel.
Dalam presentasinya hari ini, keduanya memperkenalkan aplikasi yang memiliki sejumlah fitur unggulan, di antaranya informasi waktu Indonesia, jadwal salat, penentuan arah kiblat, serta almanak Hijriah–Masehi yang dilengkapi dengan status dan transparansi sumber data. Inovasi ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi falak dan kebutuhan ibadah secara praktis dan terpercaya.
Saipul Bakhri menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam OASE PTKIN 2026 menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan inovasi di bidang Ilmu Falak.
“Alhamdulillah, presentasi berjalan lancar sesuai persiapan dan bimbingan dosen. Kami berharap aplikasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Hengki Pranata mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan informasi falak yang mudah diakses, sekaligus memberikan kejelasan mengenai sumber data yang digunakan.
“Kami ingin menghadirkan layanan informasi falak yang praktis, transparan, dan dapat menjadi acuan masyarakat dalam menjalankan aktivitas serta ibadah sehari-hari,” ujarnya.

Pada cabang lomba lainnya, Husni Rofiqoh Nasution turut menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai peserta Musabaqah Qira’atul Qutub Putri. Dengan penuh percaya diri, Husni tampil di hadapan dewan hakim untuk memperlihatkan penguasaan dan pemahamannya terhadap literatur kitab kuning.
Husni mengungkapkan bahwa kesempatan tampil dalam kompetisi tingkat nasional ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Bagi saya, OASE PTKIN merupakan kesempatan untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman, dan memberikan penampilan terbaik bagi UIN Syahada,” tuturnya.
Sementara itu, para official yang mendampingi kontingen terus memberikan dukungan, motivasi, dan semangat kepada seluruh peserta agar tetap optimis dalam mengikuti setiap tahapan perlombaan. Dukungan tersebut diharapkan mampu membangun kepercayaan diri peserta untuk meraih hasil terbaik.

Adapun official yang turut mendampingi kontingen UIN Syahada Padangsidimpuan dalam ajang OASE PTKIN 2026 ini adalah Ikhwanuddin Harahap, Ratonggi, Irsal Amin, dan Mauli. Ratonggi selaku salah satu official menyampaikan bahwa seluruh peserta telah melalui persiapan dan pembinaan sehingga perlu menjaga semangat serta kepercayaan diri selama kompetisi berlangsung.
“Kami terus memberikan motivasi agar peserta tampil maksimal, tetap optimis, dan menjadikan ajang ini sebagai kesempatan mengharumkan nama UIN Syahada di tingkat nasional,” ungkapnya.
Keikutsertaan Saipul Bakhri, Hengki Pranata, dan Husni Rofiqoh Nasution menjadi bukti komitmen UIN Syahada dalam mendorong lahirnya mahasiswa yang unggul, inovatif, berdaya saing, serta mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Melalui OASE PTKIN 2026, UIN Syahada berharap dapat terus memperkuat tradisi akademik, kreativitas, dan kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.



