Rektor UIN Syahada Hadiri Launching PMB 2026, Perkuat Arah Pendidikan Islam Masa Depan

Padangsidimpuan, 22/12/2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan turut ambil bagian dalam Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah baru pendidikan tinggi keislaman yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag., hadir langsung sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung kebijakan nasional penguatan mutu dan relevansi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Launching PMB 2026 ini tidak sekadar seremoni penerimaan mahasiswa, melainkan forum reflektif untuk mengevaluasi sistem pendidikan Islam secara menyeluruh.

Dalam pemaparan yang mengemuka, Dirjen Pendidikan Islam menekankan pentingnya penuntasan evaluasi sistem integrasi keilmuan. Integrasi ilmu tidak berhenti pada simbol, tetapi harus memiliki basis epistemologis yang kuat, sebagaimana tradisi keilmuan klasik Islam. Dicontohkan figur Ibnu Rusyd yang mampu memadukan ilmu kedokteran dan filsafat, hingga lahir karya monumental Tahafut al-Tahafut. Sejarah jatuhnya Baghdad dan hancurnya khazanah keilmuan Islam menjadi pelajaran penting agar pendidikan Islam tidak terjebak pada dikotomi ilmu agama dan umum.

Evaluasi juga diarahkan pada program studi, termasuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), untuk menakar keunggulan riil prodi, kontribusinya di tengah masyarakat, serta daya serap dan kualitas lulusan. Ke depan, prodi unggul tidak hanya diukur dari akreditasi, tetapi dari kebermanfaatan dan relevansinya dengan kebutuhan umat dan bangsa.

Isu merger PTKIN dan PTKIS, geo-intelektual, serta pemerataan keilmuan turut menjadi sorotan. Prodi-prodi dengan peminat rendah seperti Ilmu Hadis dan Ilmu Falak justru didorong melalui afirmasi beasiswa dan pemetaan geo-emosional agar tidak terjadi ketimpangan intelektual antarwilayah. Pola berpikir deduktif dan induktif juga diharapkan berjalan beriringan dalam sistem pembelajaran.

Launching PMB 2026 juga mengusung gagasan akseleratif learning, yakni percepatan masa studi tanpa mengorbankan kualitas. Pendidikan tidak harus selalu berjalan dalam pakem waktu konvensional. Teladan Usamah bin Zaid yang diangkat menjadi panglima perang di usia muda menjadi inspirasi bahwa kapasitas tidak selalu ditentukan usia atau lamanya masa belajar.

Dalam forum tersebut, perhatian serius juga diberikan pada lulusan yang belum terserap dunia kerja, evaluasi kapasitas dosen, hingga penajaman perbedaan ontologis, epistemologis, dan aksiologis antara ilmu agama dan ilmu umum. Pemetaan peran dosen sebagai guru, syekh, mursyid, hingga mursyid pembina dinilai penting agar pendidikan tinggi Islam tidak kehilangan ruh dan kedalaman.

Transformasi pembelajaran berbasis digital juga menjadi agenda utama. Praktik pembelajaran daring dengan durasi efektif, pemanfaatan tokoh-tokoh nasional dan internasional melalui platform digital seperti yang dilakukan Quraish Shihab dan Wahbah Zuhaili disebut sebagai model masa depan pendidikan Islam. Pesantren modern pun telah lebih dahulu mengadaptasi pola ini.

Selain itu, evaluasi regulasi pendidikan tinggi, pembukaan kampus lintas wilayah, hingga kehadiran perguruan tinggi asing di Indonesia menjadi tantangan sekaligus peluang. Kampus PTKIN dituntut mampu mengukur grade institusi, apakah berorientasi pada teaching university, research university, atau entrepreneurial university, dengan pembagian porsi yang proporsional.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan menyambut baik arah kebijakan PMB 2026 tersebut. Menurutnya, UIN Syahada siap melakukan pembenahan berkelanjutan, mulai dari penguatan epistemologi keilmuan pada setiap program studi, pengembangan body of knowledge, hingga penyiapan mahasiswa dan alumni agar mampu bersaing memperoleh beasiswa nasional dan internasional seperti LPDP dan BIB.

“Launching PMB 2026 ini menjadi pengingat bahwa tugas perguruan tinggi Islam bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya guna,” ujar Rektor.

Melalui partisipasi aktif dalam Launching PMB 2026, UIN Syahada Padangsidimpuan menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi, memperkuat integrasi keilmuan, dan menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang relevan dengan tantangan zaman serta kebutuhan umat.