Menag Luncurkan PMB PTKIN 2026, Rektor UIN Syahada Tegaskan Penguatan Integrasi Keilmuan
Padangsidimpuan 23/12/2025 — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi meluncurkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026. Peluncuran yang digelar di Jakarta pada Senin (22/12/2025) tersebut menandai dimulainya rangkaian seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru PTKIN se-Indonesia untuk tahun akademik mendatang.

Launching PMB PTKIN 2026 dihadiri oleh jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Agama RI, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, serta para rektor PTKIN dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa PTKIN harus terus memperkuat perannya sebagai center of excellence pendidikan tinggi Islam melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum yang berlandaskan nilai spiritual dan intelektual. Menurutnya, kekhasan PTKIN terletak pada kemampuan memadukan dimensi keislaman dan keilmuan secara utuh.
Menag juga menekankan pentingnya pendekatan geointelektual, yakni pengembangan perguruan tinggi berbasis potensi dan karakteristik lokal masing-masing daerah. Setiap PTKIN diharapkan mampu menjadikan keunggulan wilayah sebagai identitas institusional sekaligus solusi atas kebutuhan masyarakat sekitar.
Selain itu, Menag mendorong pimpinan PTKIN untuk melakukan inovasi terhadap program studi yang masih minim peminat melalui pembaruan kurikulum, penguatan relevansi keilmuan, serta pengemasan promosi akademik yang lebih kreatif dan adaptif.


Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Amin Suyitno, menyampaikan bahwa saat ini PTKIN baru menjangkau sekitar 31 persen masyarakat Indonesia. Masih terdapat peluang sekitar 69 persen masyarakat yang belum terlayani pendidikan tinggi keagamaan Islam, yang menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PTKIN untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan publik.
Menanggapi arahan Menteri Agama dan Dirjen Pendidikan Islam tersebut, Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, menegaskan komitmen UIN Syahada dalam memperkuat pengembangan pendidikan tinggi Islam berbasis integrasi keilmuan dan keunggulan lokal.
“Arahan Menteri Agama tentang penguatan integrasi keilmuan dan pendekatan geointelektual sangat sejalan dengan arah pengembangan UIN Syahada. Kami terus mendorong penguatan program studi yang relevan dengan potensi lokal Tapanuli Bagian Selatan, sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” ujar Prof. Darwis.
Ia menambahkan, UIN Syahada secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan penguatan terhadap program studi yang masih minim peminat melalui pembaruan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan jejaring kerja sama, serta pengemasan promosi akademik berbasis digital.
“PMB PTKIN 2026 menjadi momentum penting bagi UIN Syahada untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan karakter keislaman dan tradisi keilmuan,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan PMB PTKIN 2026, UIN Syahada Padangsidimpuan optimistis dapat menjaring calon mahasiswa berkualitas yang siap menjadi generasi intelektual muslim moderat, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan umat.





