Narasumber K.H Marzuki Wahid: Moderasi Beragama sebagai “Vaksin” bagi Intoleransi dan Radikalisme

Padangsidimpuan, 22/03/2024. Workshop Pengembangan Ekosistem Kampus Berbasis Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh UIN Syahada Padangsidimpuan menghadirkan narasumber utama, K.H Marzuki Wahid, M.A, yang menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai “vaksin” bagi intoleransi dan radikalisme. Acara ini berupa Workshop Pengembangan Ekosistem Kampus Berbasis Moderasi Beragama, yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 21 hingga 22 Maret 2024 di Gedung Aila Terpadu. Acara ini dihadiri oleh seluruh pejabat kampus, serta diikuti oleh UIN Syahada Padangsidimpuan.

Dalam sesi presentasinya, K.H Marzuki Wahid menjelaskan bahwa moderasi beragama tidak hanya tentang penampilan luar atau tata cara beribadah, tetapi lebih dalam tentang sikap mental dan spiritual yang mengakui keberagaman dan menghormati perbedaan. “Moderasi beragama adalah vaksin yang efektif bagi penyakit intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang dapat mengancam kedamaian dan harmoni sosial,” tegasnya.

K.H Marzuki Wahid, M.A, yang menjadi narasumber pada acara ini, menyampaikan beberapa hal penting untuk menjadikan kampus yang moderat dan inklusif, di antaranya adalah:

Keterbukaan: Keterbukaan terhadap ide, budaya, dan keyakinan yang berbeda merupakan karakteristik kunci dalam membangun kampus yang inklusif. Menghargai dan menerima perbedaan merupakan landasan untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan menghargai keragaman.

Empati: Kemampuan untuk memahami dan merasakan perspektif orang lain menjadi kunci dalam membangun hubungan yang harmonis di kampus. Dengan memiliki empati, individu dapat lebih memahami tantangan dan pengalaman yang dihadapi oleh orang lain, yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan lebih peduli dan penuh pengertian.

Keadilan: Prinsip keadilan harus menjadi landasan dalam segala aspek kehidupan kampus, mulai dari pengambilan keputusan hingga perlakuan terhadap semua anggota komunitas. Memastikan bahwa setiap individu diperlakukan secara adil dan setara adalah kunci untuk membangun lingkungan kampus yang inklusif.

Komitmen terhadap Dialog: Keterbukaan untuk berpartisipasi dalam dialog yang konstruktif dan terbuka merupakan karakter yang penting dalam membangun kampus yang moderat. Dialog yang baik memungkinkan pertukaran gagasan dan pemahaman yang mendalam, sehingga memperkuat toleransi dan saling pengertian di antara anggota kampus.

Kepemimpinan yang Teladan: Pemimpin kampus, termasuk Rektor, dekan, dan dosen, harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan inklusivitas dalam tindakan dan keputusan mereka sehari-hari. Pemimpin yang memiliki karakteristik ini dapat menginspirasi anggota kampus lainnya untuk mengikuti jejak mereka dalam membangun lingkungan kampus yang harmonis.

Kesadaran akan Dampak: Memiliki kesadaran akan dampak dari kata-kata dan tindakan mereka adalah karakter yang penting bagi semua anggota kampus. Kesadaran ini membantu individu untuk mempertimbangkan efek dari perilaku mereka terhadap orang lain dan lingkungan kampus secara keseluruhan.

Beliau menekankan bahwa keterbukaan, empati, dan dialog adalah prinsip-prinsip utama dalam membangun moderasi beragama di lingkungan kampus. Dengan memiliki sikap mental yang terbuka dan mampu merasakan perspektif orang lain, serta dengan berkomunikasi secara terbuka dan konstruktif, kita dapat mencegah munculnya sikap intoleransi dan ekstremisme di kalangan mahasiswa dan staf kampus.

Dr. Erawadi, Ketua Panitia acara, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mendukung UIN Syahada Padangsidimpuan sebagai kampus yang moderat dan inklusif. Beliau juga menekankan pentingnya peran panitia dan peserta dalam menjamin kelancaran serta kualitas acara agar dapat memberikan dampak positif bagi UIN Syahada Padangsidimpuan.

Dr. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, selaku rektor, menyoroti pentingnya peran UIN Syahada dalam membentuk budaya toleransi, dialog, dan harmoni di antara komunitas kampus. Beliau menegaskan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengusung nilai-nilai Islam yang moderat, UIN Syahada memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam mempraktikkan moderasi beragama. Rektor juga menyoroti peran kunci moderasi beragama sebagai sarana untuk mencegah konflik dan radikalisme di kalangan mahasiswa.

Selain itu, rektor juga mengumumkan serangkaian program dan inisiatif baru yang bertujuan untuk memperkuat budaya moderasi di kampus. Program tersebut mencakup pengembangan kurikulum yang memasukkan materi tentang moderasi beragama pada mata kuliah, penyelenggaraan seminar dan workshop tentang dialog antaragama, serta penguatan kerjasama dengan lembaga-lembaga non-pemerintah yang memiliki fokus serupa.

Prof. Dr. Darwis Harahap, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, memberikan reaksi positif terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Rektor untuk mengokohkan UIN Syahada sebagai kampus yang moderat dan inklusif. Beliau menyatakan bahwa kegiatan semacam ini akan menambah semangat baru bagi kalangan pejabat UIN Syahada Padangsidimpuan dalam membangun harmoni di tengah-tengah keragaman.

Dengan komitmen yang semakin diperkuat dari pimpinan universitas, diharapkan UIN Syahada Padangsidimpuan akan menjadi model yang inspiratif dalam mempromosikan moderasi beragama dan toleransi di kalangan kampus dan masyarakat luas. Langkah-langkah ini mencerminkan tekad untuk menjadikan pendidikan sebagai alat untuk membangun perdamaian dan kemajuan bersama.

Related Posts

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.