Maulid Akbar 1448 H Semarak, Ribuan Jamaah Padati Area Kampus, Rektor UIN Syahada Apresiasi Kepercayaan Pemko Padangsidimpuan
PADANGSIDIMPUAN, 22 September 2026 – Ribuan masyarakat Kota Padangsidimpuan memadati pelataran Masjid Al Musannif Ulul Ilmi kampus Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dalam Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Kota Padangsidimpuan dengan UIN Syahada Padangsidimpuan tersebut berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Meski dihadiri ribuan jamaah dari berbagai unsur masyarakat, rangkaian acara tetap berlangsung dalam suasana khidmat, teduh dan penuh ketawadukan.
Mengangkat tema “Doa Terbaik bagi Keselamatan Bangsa dan Ikhtiar Mewujudkan Kota Padangsidimpuan yang Mantap”, Maulid Akbar ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum spiritual untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ribuan jamaah yang hadir berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur aparatur pemerintahan, pimpinan lembaga pendidikan, pesantren, perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, majelis pengajian, hingga organisasi sosial kemasyarakatan.
Suasana semakin syahdu ketika ribuan jamaah secara bersama-sama melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Lantunan shalawat yang menggema di pelataran Masjid Al Musannif Ulul Ilmi menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati.
Jamaah tampak larut dalam lantunan shalawat dengan penuh antusias dan kekhusyukan. Semaraknya kehadiran ribuan masyarakat berpadu dengan suasana ketawadukan, sehingga menjadikan Peringatan Maulid Akbar tersebut tidak hanya meriah, tetapi juga menghadirkan keteduhan dan kesejukan spiritual bagi para jamaah.

Rektor: UIN Syahada Kampus Kebanggaan Masyarakat Padangsidimpuan
Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Padangsidimpuan Dr. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes yang telah memberikan kepercayaan kepada UIN Syahada sebagai tuan rumah pelaksanaan Peringatan Maulid Akbar 1448 Hijriyah.
Menurut Rektor, kepercayaan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah bagi UIN Syahada. Ia juga menyambut baik kehadiran seluruh elemen masyarakat yang menjadikan kampus sebagai ruang bersama untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas amanah yang diberikan Bapak Wali Kota Padangsidimpuan kepada UIN Syahada untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Maulid Akbar ini. Kami merasa bangga dan bersyukur karena UIN Syahada merupakan kampus kebanggaan masyarakat Tabagsel, khususnya masyarakat Kota Padangsidimpuan.”
Ia menegaskan, sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, UIN Syahada memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan, mendidik dan membina generasi bangsa agar menjadi sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter dan memiliki akhlak mulia.
“Memang sudah seharusnya kita mendukung penuh UIN Syahada sebagai satu-satunya lembaga perguruan tinggi negeri keagamaan yang menyiapkan, mendidik dan membina generasi bangsa sebagai kader pemimpin masa depan. Hari ini kita dikunjungi oleh seluruh elemen masyarakat Kota Padangsidimpuan. Terima kasih kepada semuanya. Semoga kampus kebanggaan kita ini semakin maju di masa mendatang.” ujar Rektor.
Maulid sebagai Momentum Uswah Hasanah
Lebih jauh, Prof. Sumper mengajak seluruh jamaah menjadikan Maulid Nabi bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk melakukan uswah hasanah, yakni mentiru teladani kepribadian Rasulullah SAW untuk kemudian diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus tercermin dalam perilaku, sikap dan akhlak. Karena itu, momentum Maulid hendaknya mendorong setiap Muslim untuk terus memperbaiki diri, memperkaya ilmu dan memperindah akhlak.

“Momen Maulid Akbar kiranya menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengkaji diri, tentang seberapa jauh kita meneladani Rasulullah sebagai Nabi dan ikutan kita.”
Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengutip sebuah syair yang menggambarkan hakikat keindahan manusia bukan semata-mata pada penampilan lahiriah, melainkan pada ilmu dan adab.
Laisal jamalu bis-tsawbi tuzayyinuna, innal jamala jamalul ‘ilmi wal adabi.
Yang bermakna bahwa keindahan yang sebenarnya bukanlah semata-mata pakaian yang menghiasi tubuh, melainkan keindahan ilmu dan adab.
“Inilah sesungguhnya yang menjadi pancaran hidup Rasulullah SAW yang perlu kita teladani,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan bahwa ilmu tanpa akhlak belum cukup untuk membentuk manusia yang paripurna. Sebaliknya, ilmu yang dihiasi adab dan akhlak akan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa.
Wali Kota Apresiasi Dukungan UIN Syahada
Sementara itu, Wali Kota Padangsidimpuan Dr. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Peringatan Maulid Akbar 1448 Hijriyah.
Secara khusus, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada UIN Syahada dan Rektor Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut serta menyukseskan acara Maulid ini, khususnya kepada kampus UIN Syahada. Pak Rektor UIN Syahada Prof. Sumper Mulia, dukungannya luar biasa demi menyukseskan acara ini.”
Wali Kota berharap pesan dan nilai-nilai yang disampaikan dalam Peringatan Maulid Akbar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga pesan Maulid Akbar ini dapat kita implementasikan dalam diri kita sebagai Muslim dan umat Rasulullah Muhammad SAW.”
Habib Umar Ajak Jamaah Muhasabah
Antusiasme jamaah semakin meningkat saat penceramah yang telah dinantikan hadir, yakni Al Habib Umar bin Idrus Al Khirid.
Dalam tausiyahnya, Habib Umar mengajak jamaah untuk kembali meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW sebagai manusia pilihan yang telah memberikan contoh terbaik dalam menjalani kehidupan.

Rasulullah SAW, menurut Habib Umar, merupakan teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Keteladanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga mencakup akhlak, hubungan antarmanusia, kehidupan bermasyarakat hingga bagaimana seorang Muslim mempersiapkan kehidupan akhirat.
Habib Umar kemudian mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap diri sendiri.
“Yang perlu kita muhasabah dari Maulid ini adalah sejauh mana kita sudah mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam diri kita,” pesan Habib Umar.
Ia mengajak jamaah untuk bertanya kepada diri masing-masing, apakah kehidupan dunia masih terlalu mendominasi perhatian sehingga melupakan kehidupan akhirat yang pasti akan dilalui.
“Akankah urusan keduniaan masih mengalahkan urusan kita untuk akhirat yang akan kita lalui nantinya? Dari sinilah kita melakukan refleksi diri.” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti tausiyah yang menggugah jamaah untuk tidak berhenti pada kecintaan secara lisan kepada Rasulullah SAW, tetapi membuktikannya melalui amal, akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Maulid untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Peringatan Maulid Akbar 1448 Hijriyah di UIN Syahada Padangsidimpuan akhirnya tidak sekadar menjadi perhelatan keagamaan yang mempertemukan ribuan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi, memperkokoh kebersamaan dan menyatukan doa bagi keselamatan bangsa serta kemajuan Kota Padangsidimpuan.
Lantunan shalawat yang menggema, tausiyah yang sarat pesan moral, serta kehadiran berbagai elemen masyarakat menciptakan suasana yang semarak sekaligus menyejukkan.
Dari pelataran Masjid Al Musannif Ulul Ilmi UIN Syahada, pesan Maulid menggema: memperindah diri bukan hanya dengan pakaian dan penampilan, tetapi dengan ilmu, adab dan akhlak; mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan menjadikan kehidupan beliau sebagai teladan. Dengan semangat tersebut, Maulid Akbar 1448 Hijriyah diharapkan menjadi energi spiritual bagi masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk terus memperkuat persaudaraan, memperkokoh kepedulian sosial, meningkatkan kualitas diri, serta bersama-sama mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis dan berkemajuan. (mr)