Kabiro UAPK UIN Syahada: Ingat Allah, Kunci Bekerja dengan Ikhlas dan Amanah

Padangsidimpuan, 2 November 2026 – Menghadirkan Allah SWT dalam setiap aktivitas pekerjaan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas, amanah, disiplin, dan bertanggung jawab. Sebab, bekerja bukan semata-mata menjalankan rutinitas kedinasan, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada institusi maupun kepada Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan  UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary  Padangsidimpuan, Ali Murni, S.Ag., M.AP., saat menjadi pembina apel pagi di lingkungan Biro, Senin (2/11/2026).

Dalam amanatnya, Kepala Biro mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 152, khususnya penggalan ayat:

 “Fazkuruni azkurkum”, yang artinya, “Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu.”

Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan mendalam bahwa setiap manusia hendaknya senantiasa mengingat dan menghadirkan Allah SWT dalam seluruh aktivitas kehidupannya, termasuk dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN. Mengingat Allah tidak hanya diwujudkan melalui zikir dan ibadah ritual, tetapi juga tercermin dari perilaku sehari-hari dalam bekerja.

Ia menjelaskan bahwa bagi ASN UIN Syahada, mengingat Allah harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dengan jujur, ikhlas, disiplin, menjaga amanah, memberikan pelayanan terbaik, serta membangun hubungan kerja yang harmonis. Setiap pekerjaan, sekecil apa pun, hendaknya dilaksanakan dengan kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengetahui dan mengawasi apa yang dilakukan manusia.

Lebih lanjut, Kepala Biro menyampaikan bahwa kehidupan merupakan ujian yang harus dilalui setiap manusia. Ujian tersebut hadir dalam berbagai bentuk, termasuk dalam lingkungan pekerjaan. Ada kalanya ASN menghadapi beban tugas, persoalan administrasi, perbedaan pendapat, tekanan pekerjaan, maupun berbagai godaan yang dapat memengaruhi komitmen dan integritas dalam menjalankan amanah.

Ia mengingatkan bahwa dalam dunia kerja terdapat berbagai tarikan negatif yang apabila tidak dihadapi dengan keimanan dan pengendalian diri dapat menjerumuskan seseorang pada perilaku yang bertentangan dengan nilai agama, etika, dan aturan kedinasan.

“Karena itu, kita harus senantiasa menyandarkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang, pikiran lebih jernih, dan beban pekerjaan terasa lebih ringan. Kita juga akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai ujian dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh ASN UIN Syahada, khususnya di lingkungan Biro, agar menjadikan keimanan sebagai kekuatan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Setiap pegawai harus menyadari bahwa tugas yang diemban merupakan amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi juga mengedepankan kejujuran, tanggung jawab, ketepatan pelayanan, dan kemanfaatan bagi institusi.

Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh sistem dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas pribadi dan komitmen seluruh ASN dalam menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu, budaya kerja yang profesional harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai spiritual.

Mengakhiri amanatnya, Kepala Biro mengajak seluruh peserta apel untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap langkah pengabdian, menjaga keikhlasan, serta menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah dan amal kebaikan. Melalui pesan tersebut, apel pagi di lingkungan Biro UIN Syahada diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas untuk mengawali aktivitas kedinasan, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran spiritual, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pengabdian seluruh ASN.(mr)