Islam dan Keragaman Kultur: Relevansinya dalam Pendidikan Islam
Pada dasarnya, istilah multikultur atau multikultural awalnya merujuk kepada istilah multiculturalism yang dalam konteks bahasa Kanada tahun 1990-an digunakan sebagai sinonim dari pluralism (kemajemukan) dan diversity (keanekaragaman). Majemuk yang dimaksud adalah kemajemukan yang bersifat horizontal yakni adanya berbagai macam suku, bangsa, etnis, bahasa, agama, adat-istiadat, dan lain-lain, maupun vertikal yakni adanya berbagai kelompok masyarakat yang dapat dipilah-pilah atas dasar mode of production, yang bermuara pada maksud perbedaan daya adaptasinya. Keanekaragaman merupakan keberagaman dan saling menerima dalam perbedaan bahkan saling melengkapi atau saling menghargai satu sama lainnya.
Pendidikan Islam multikultural merupakan sebuah reformasi dalam bidang pendidikan Islam yang menuju pembelajaran yang mengarah pada output anak didik untuk mencapai prestasi sosi-kulturnya. Pendidikan Islam berbasis multikultural merupakan pengembangan pada potensi anak didik secara optimal bisa diwujudkan apabila terdapat pelayanan pendidikan yang setara. Pendidikan Islam berbasis multikultural bukan sesuatu yang bersifat jangka pendek untuk memperoleh hasil, melainkan suatu proses transformasi memakan waktu panjang, konsistensi dalam aksi sangat diperlukan untuk mencapainya.
Pendidikan Islam multikultural merupakan perwujudan pendidikan yang berorientasi pada kesetaraan, keragaman, penghormatan dan kemajemukan bahasa, agama, ras, suku, kultur, maupun bentuk keragaman lainnya yang memerlukan suatu tindakan nyata serta upaya-upaya lembaga pendidikan dalam memberdayakan anak didiknya. Implementasi pendidikan Islam multikultural membutuhkan semua unsur-unsur pendidikan, karena tanpa adanya dukungan dari semua elemen tersebut maka tujuannya tidak akan tercapai dengan baik. Realitas kehidupan multiagama, bahasa, kultur, dan etnis membutuhkan transformasi dalam bidang pendidikan Islam. Berbagai pola dalam pendidikan konvensional maupun berbasis keislaman sekalipun harus berorientasi pada penguatan ilmu pengetahuan mulai terbangun kesadaran bahwa mengajarkan keragaman pada anak didik adalah sangat penting untuk menciptakan budaya sekolah yang saling menghargai satu sama lainnya. Pendidikan multikultural sebagai sebuah proses dalam membentuk anak didik memiliki kesetaraan dan menghormati orang lain, dalam implementasinya membutuhkan waktu panjang secara secara berkelanjutan.
Pada dasarnya, pendidikan multikultural dalam pendidikan Islam sangat relevan dengan tujuan dan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk relevansi tersebut dinilai sangat terikat dengan tujuan dan makna reel dari Islam itu sendiri yang bertujuan untuk memberikan rahmah bagi sekalian alam dimana manusia berada di dalamnya. Begitu juga dengan kerasulan Rasulullah SAW sebagai seorang nabi bagi seluruh umat di atas muka bumi yang tidak hanya menyebarkan Islam sahaja, namun juga menjadi suri tauladan yang baik bagi manusia seluruhnya.