Dari Evaluasi hingga Regenerasi Kepemimpinan, SMMPTN-Barat Siapkan Seleksi yang Lebih Berkualitas Untuk Tahun 2027

Jakarta, 25 Agustus 2026 — Pelaksanaan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN)-Barat 2026 menjadi salah satu agenda evaluasi penting bagi 27 perguruan tinggi negeri peserta. Evaluasi tersebut dilaksanakan dalam forum FGD Pelaporan dan Evaluasi SMMPTN-Barat 2026 di AYANA Midplaza Hotel Jakarta pada 24–25 Agustus 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh para rektor dan pimpinan PTN peserta SMMPTN-Barat, termasuk Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan , Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., serta perwakilan Panitia Penyelenggara Ujian Mandiri (PPUM) UIN Syahada, Candra Adi Putra, S.Kom. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan SMMPTN-Barat 2026 secara menyeluruh, mulai dari pelaksanaan UTBK, kualitas soal, pengelolaan sistem, hingga proses seleksi dan pelaporan.

Secara keseluruhan, SMMPTN-Barat 2026 diikuti 30.315 peserta dari 27 PTN. Jumlah tersebut meningkat 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.060 peserta atau 92,56 persen hadir mengikuti UTBK, sedangkan 2.255 peserta atau 7,44 persen tidak hadir.

Dalam pelaksanaan SMMPTN-Barat 2026, UIN Syahada Padangsidimpuan tercatat sebagai salah satu dari 27 PTN peserta. Berdasarkan laporan pelaksanaan, UIN Syahada menerima 217 peserta UTBK, dengan pagu anggaran PPUM sebesar Rp56.962.500. Jumlah peserta tersebut menempatkan UIN Syahada pada posisi ke-23 dari 27 PTN peserta berdasarkan jumlah peserta UTBK.

Angka 217 peserta menjadi bagian dari total 30.315 peserta SMMPTN-Barat 2026 yang mengikuti rangkaian seleksi di seluruh PTN peserta. Bagi UIN Syahada, keikutsertaan dalam SMMPTN-Barat merupakan bagian dari upaya memperluas akses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri yang dilaksanakan secara bersama oleh PTN wilayah Barat.

Pelaksanaan SMMPTN-Barat 2026 sendiri berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari persiapan PPUM, pendaftaran peserta, pelaksanaan UTBK pada 17–24 Juni 2026, proses finalisasi kuota dan pemeringkatan, hingga pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2026.

Evaluasi Kualitas Soal dan Pelaksanaan UTBK

Selain mengevaluasi aspek administratif dan teknis pelaksanaan, forum juga membahas kualitas dan reliabilitas soal UTBK. Evaluasi terhadap soal menjadi bagian penting untuk memastikan instrumen seleksi mampu mengukur kemampuan peserta secara objektif dan memiliki tingkat kualitas yang sesuai dengan tujuan seleksi.

Sebelumnya, evaluasi reliabilitas soal UTBK juga telah dilakukan melalui FGD khusus pada 8 Juli 2026. Dalam forum evaluasi akhir ini, pembahasan kualitas soal kembali menjadi bagian dari refleksi terhadap pelaksanaan SMMPTN-Barat 2026.

Laporan juga mencatat adanya 960 peserta yang masuk kategori data anomali, antara lain karena peserta berasal dari provinsi berbeda serta memilih program studi seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Meskipun demikian, laporan menyebutkan tidak terdapat laporan indikasi kecurangan dari PPUM. Dalam Forum ini Perwakilan PPUM UIN SYAHADA Candra Adi putra S.Kom Juga memberi masukan terkait evaluasi berapa persen dari yang lulus SNBP dan SNBPT yang tidak aktif saat ini atau Dropout mengingat dalam evaluasi saat ini baru jalur SMMPTN barat yang di lakukan evaluasi dan ditemukan ada 7% dari mahasiswa jalur SMMPTN Barat yang sudah drop out atau tidak aktif berdasarkan data masuk 2023-2025.

Evaluasi tersebut juga perlu dilakukan secara komparatif dengan mahasiswa yang diterima melalui jalur masuk lainnya, seperti SNBP dan SNBT. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kualitas dan keberlanjutan mahasiswa berdasarkan jalur penerimaannya.

“Ke depan perlu ada evaluasi terhadap mahasiswa yang diterima melalui SMMPTN-Barat, terutama melihat tingkat DO dan nonaktif, kemudian dibandingkan dengan mahasiswa dari jalur SNBT dan SNBP. Data tersebut dapat menjadi salah satu indikator untuk mengukur kualitas masing-masing jalur masuk,” demikian gagasan yang disampaikan Candra dalam forum evaluasi.

Menurutnya, pendekatan berbasis data tersebut penting agar evaluasi SMMPTN-Barat tidak hanya mengukur keberhasilan dari sisi jumlah pendaftar dan kelulusan, tetapi juga melihat outcome mahasiswa setelah masuk perguruan tinggi. Data keberlanjutan studi mahasiswa dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan penerimaan mahasiswa pada tahun-tahun berikutnya.

Pemilihan Kepemimpinan Baru SMMPTN-Barat

Selain membahas evaluasi pelaksanaan SMMPTN-Barat 2026, forum di AYANA Midplaza Hotel Jakarta juga menjadi momentum untuk membahas kepemimpinan baru BKS PTN Barat dan SMMPTN-Barat. Pemilihan ketua baru diharapkan dapat melanjutkan koordinasi dan pengembangan tata kelola seleksi bersama antar-PTN peserta. Dalam kesempatan ini, Rektor UIN SYAHADA mengusulkan Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau menjadi Sektretaris SMMPTN Barat periode 2026-2027 sehingga SMMPTN Barat bukan hanya milik PTN namun juga milik bersama antara PTN dan PTKIN.

Forum evaluasi ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian utama pelaksanaan SMMPTN-Barat 2026 yang telah melalui berbagai tahapan, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penyusunan prosedur operasional baku, pengembangan sistem IT, penyusunan soal, pendaftaran, pelaksanaan UTBK, penetapan kelulusan hingga pengumuman hasil seleksi.