Maulid Nabi di UIN Syahada, Momentum Meneguhkan Cinta dan Keteladanan kepada Rasulullah SAW
Padangsidimpuan — UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M dengan penuh khidmat dan semarak di Kuttab UIN Syahada, Selasa (25/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasantri dan mahasantriah untuk kembali menghayati keteladanan Rasulullah SAW sekaligus mengimplementasikan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi tersebut diisi dengan berbagai penampilan dari mahasantri dan mahasantriah. Rangkaian acara diawali dengan Al-Barzanji oleh mahasantriah, dilanjutkan Syahril Qur’an, lagu pop Islami oleh mahasantriah, penampilan Hadroh oleh mahasantri putra, serta drama yang turut dipersembahkan oleh mahasantri putra.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Syahada, Dekan FTIK, Kepala UPT Bahasa, serta para Muwajjih/Muwajjihah. Kehadiran unsur pimpinan dan pembina mahasantri/ah menambah kekhidmatan sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pembinaan karakter dan keagamaan mahasiswa di lingkungan UIN Syahada.
Mewakili Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag., menyampaikan pesan agar mahasantri dan mahasantriah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, khususnya di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.
“Jadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Ambillah hikmah dari peringatan Maulid Nabi ini dan implementasikan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pesan WR III melalui kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk membangun karakter, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat mahasantri dan mahasantriah dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Sementara itu, penceramah Ustaz Hasyir Budiman dalam tausiyahnya mengajak seluruh peserta untuk membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui tindakan nyata. Kecintaan kepada Nabi, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan mengimplementasikan sunnah dan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan.


“Cinta kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan mengamalkan sunnah dan ajaran beliau,” ujar Ustaz Hasyir Budiman dalam tausiyahnya.
Ia menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur utama dalam membentuk kepribadian, akhlak, dan perilaku, sehingga nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar tercermin dalam kehidupan mahasantri dan mahasantriah.
Kegiatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan pengumuman para juara berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Perpaduan antara peringatan Maulid Nabi dan apresiasi terhadap prestasi mahasantri/ah tersebut menjadi penutup yang semarak, sekaligus menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan keteladanan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.




