Tampil di Hari Pertama OASE III, Kontingen UIN Syahada Padangsidimpuan Usung Ekoteologi dan Inovasi Souvenir Moderasi Beragama

YOGYAKARTA – Kontingen Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menunjukkan kiprahnya pada hari pertama pelaksanaan Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) III Tahun 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dua cabang kompetisi yang diikuti mahasiswa UIN Syahada menjadi perhatian, yakni Dai Putri dan Sosial Kemasyarakatan. Keduanya menghadirkan gagasan yang mengangkat nilai-nilai keislaman, kepedulian lingkungan, moderasi beragama, serta inovasi berbasis kearifan lokal.

Pada cabang Dai Putri, mahasiswa semester I, Rizki Amaliyah Hutasuhut, tampil menyampaikan pidato bertema “Ekoteologi: Bumi adalah Amanah”. Dalam penampilannya, Rizki mengangkat pesan penting bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Tema tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk memandang bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan amanah Allah SWT yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi Rizki, keikutsertaannya dalam OASE III menjadi pengalaman yang sangat berharga. Pasalnya, kompetisi tingkat nasional ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang sebesar OASE, terlebih dirinya masih berstatus mahasiswa semester pertama.

“Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Apalagi, ini pertama kalinya saya mengikuti kompetisi nasional dan saya masih semester I. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk membawa nama UIN Syahada,” ungkap Rizki.

Ia berharap penampilannya dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

“Saya ingin memberikan penampilan terbaik. Semoga pengalaman ini menjadi awal bagi saya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama kampus di tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, pada cabang Sosial Kemasyarakatan, kontingen UIN Syahada diwakili oleh Yolanda Anggra Lexa dan Siti Aisyah Humairoh HR dengan karya berjudul “Pengembangan Souvenir Gantungan Kunci Miniatur ‘Natolu’ Tungku Nalihan Natolu Berbasis Moderasi Beragama.”

Karya tersebut mengangkat kearifan lokal budaya Angkola melalui miniatur Tungku Nalihan Natolu yang dikembangkan menjadi produk souvenir bernilai edukatif. Inovasi ini tidak hanya memperkenalkan identitas budaya lokal, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya harmoni, kebersamaan, dan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat.

Dalam presentasinya, Yolanda dan Siti Aisyah menyampaikan gagasan serta hasil pengembangan produk dengan lancar dan percaya diri. Menariknya, inovasi yang mereka tampilkan memiliki dua bentuk, yakni produk fisik dan digital. Keduanya menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan mereka terhadap peserta yang tampil, karya mereka menjadi satu-satunya yang menghadirkan produk dalam kedua bentuk tersebut.

“Alhamdulillah, presentasi kami berjalan lancar. Kami berusaha menjelaskan seluruh proses pengembangan produk, mulai dari gagasan hingga implementasinya dalam bentuk fisik dan digital,” ujar Yolanda.

“Kami optimistis dengan karya yang kami tampilkan. Semoga inovasi ini mendapatkan hasil terbaik dan bisa memperkenalkan kearifan lokal Tungku Nalihan Natolu kepada masyarakat yang lebih luas,” tambah Siti Aisyah.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UIN Syahada Padangsidimpuan Ikhwanuddin Harahap mengapresiasi penampilan dan kreativitas mahasiswa yang telah membawa nama universitas dalam ajang OASE III Tahun 2026. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi nasional bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pengembangan kapasitas, serta pembentukan karakter mahasiswa yang kompetitif dan inovatif.

“Kami bangga dengan keberanian dan kreativitas mahasiswa yang tampil membawa nama UIN Syahada. Terlebih ada mahasiswa semester I yang sudah berani berkompetisi di tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa semangat berprestasi harus tumbuh sejak awal masa perkuliahan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kedua karya yang ditampilkan memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian terhadap lingkungan, moderasi beragama, dan kearifan lokal.

“Tema ekoteologi dan inovasi Tungku Nalihan Natolu menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan meraih prestasi yang membanggakan,” tuturnya.

Keikutsertaan kontingen UIN Syahada dalam OASE III Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Melalui ajang nasional ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kompetisi, tetapi juga mampu membangun jejaring, memperluas wawasan, serta membawa nilai-nilai keunggulan dan identitas UIN Syahada Padangsidimpuan ke tingkat nasional.