Kemenag Gandeng Leiden University dan Maroko Perkuat Riset Studi Islam
Padangsidimpuan, 4 November 2026 – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjend Pendidikan Islam terus berkomitmen memperkuat internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Salah satunya dengan menggandeng Leiden University Belanda serta institusi Pendidikan di Maroko untuk memperkuat riset dan studi Islam di tingkat global.
Melalui program ini Kemenag mengirimkan delegasi akademisi dan dosen PTKI untuk mengikuti program akademik internasional, seperti short course penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PKM) serta academic writing di Maroko dan Leiden. Hal ini diharapkan dapat melahirkan publikasi dan riset bereputasi internasional yang mampu menjawab tantangan global.
Direktur PTKI menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian strategi besar transformasi pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Dengan melibatkan mitra internasional bereputasi seperti Leiden University dan Netherlands Institute in Marocco (NIMAR) untuk memperkuat kolaborasi akademik Indonesia, Maroko dan Belanda. Kerjasama ini diwujudkan melalui Program International Short Course dan Simposium Internasional di Rabat, Maroko pada 12-22 Oktober 2026.
Sementara itu Sekretaris Ditjend Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Arskal Salim yang mewakili Sekretaris Jenderal Kemenag menyebut kerjasama dengan Leiden University memiliki sejarah panjang dan telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan studi Islam di Indonesia. Kehadiran Maroko sebagai mitra ketiga dinilai membuka peluang untuk memperluas kajian Islam melalui persfektif yang lebih komparatif.

Arskal menggarisbawahi tiga sasaran utama program tersebut, yakni peningkatan kapasitas penelitian dan penulisan akademik, pengembangan kolaborasi riset internasional serta penguatan persfektif komparatif untuk memperkaya pengajaran, penelitian dan kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menyambut baik dan mengapresiasi langkah strategis Kementerian Agama RI dalam memperkuat internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam melalui kolaborasi akademik dengan Leiden University, Belanda, dan institusi pendidikan di Maroko.
Menurut Rektor, program ini merupakan terobosan penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing PTKI di tingkat internasional, khususnya dalam pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas dosen dan akademisi.
Ia menilai, kolaborasi lintas negara tidak hanya membuka kesempatan bagi dosen untuk memperluas wawasan dan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring keilmuan, bertukar perspektif, serta menghasilkan karya penelitian yang memiliki kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Lebih lanjut, Rektor berharap program internasionalisasi yang digagas Kementerian Agama tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan kelembagaan PTKI. Menurutnya, perguruan tinggi Islam harus mampu mengembangkan keilmuan yang berakar pada nilai-nilai keislaman, sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika global.
