Kemenag dan PTKN Dorong Transformasi Layanan Berdampak bagi Masyarakat

Padangsidimpuan — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong transformasi layanan keagamaan dan pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan agenda prioritas Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Arah kebijakan tersebut menjadi landasan penting bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), termasuk Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan, dalam memperkuat mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam konferensi pers hibrida bertajuk “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat” yang dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama RI Dr. K.H. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, pimpinan PTKN, serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama dari seluruh Indonesia.

Dalam pemaparan tersebut, Kemenag menegaskan bahwa berbagai program strategis diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat, pemerataan akses pendidikan, penguatan kerukunan antarumat beragama, hingga reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik.

Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Penguatan Filantropi

Di sektor ekonomi umat, Kemenag mendorong optimalisasi potensi dana sosial keagamaan melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta lembaga terkait. Berdasarkan data yang dipaparkan, potensi penghimpunan zakat nasional mencapai Rp44,6 triliun dan wakaf uang sebesar Rp4,7 triliun, didukung keberadaan 467.237 titik aset tanah wakaf.

Optimalisasi potensi tersebut diarahkan untuk memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat, mengembangkan pusat-pusat ekonomi umat, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Bagi perguruan tinggi keagamaan, kebijakan ini menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi akademik melalui penelitian, pendampingan masyarakat, dan pengembangan model pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Peningkatan Mutu Pendidikan dan Daya Saing Global

Pada bidang pendidikan, Kemenag menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp7 triliun selama periode 2025–2026 melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi siswa madrasah, santri, dan mahasiswa. Dukungan tersebut dilengkapi dengan alokasi lebih dari Rp50 triliun untuk tunjangan profesi guru dan dosen.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di tingkat pendidikan tinggi, sejumlah PTKIN juga berhasil menorehkan capaian internasional melalui partisipasi dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings. Selain itu, kontribusi akademisi Kemenag turut mendapat pengakuan melalui masuknya tiga guru besar dalam daftar dua persen peneliti paling berpengaruh di dunia.

Capaian tersebut menjadi dorongan bagi UIN Syahada Padangsidimpuan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, inovasi akademik, serta penguatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pengembangan pendidikan inklusif juga menjadi perhatian melalui penyediaan unit layanan ramah disabilitas di 1.547 madrasah. Semangat ini sejalan dengan upaya menghadirkan lingkungan pendidikan tinggi yang terbuka, adil, dan memberikan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ekoteologi, Kerukunan, dan Integritas Birokrasi

Selain pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, Kemenag mendorong penerapan ekoteologi sebagai pendekatan untuk membangun kesadaran pelestarian lingkungan melalui nilai-nilai agama. Inisiatif ini diwujudkan melalui penguatan materi keagamaan bertema lingkungan, pelibatan rumah ibadah, serta berbagai kegiatan yang mendorong kepedulian terhadap alam.

Kemenag juga melaporkan pemulihan lebih dari 98 persen rumah ibadah yang terdampak bencana alam di berbagai daerah. Sementara itu, Indeks Kerukunan Umat Beragama mencapai 78 persen, yang dalam pemaparan tersebut disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Di bidang tata kelola, transformasi digital layanan publik, reformasi birokrasi, dan penguatan integritas menjadi bagian penting dari agenda pembaruan Kemenag. Upaya tersebut diharapkan mampu membangun pelayanan yang semakin transparan, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penguatan integritas juga mencakup penanganan tegas terhadap kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan melindungi seluruh warga satuan pendidikan.

UIN Syahada Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat

Sebagai bagian dari keluarga besar PTKN di bawah Kementerian Agama RI, UIN Syahada Padangsidimpuan memiliki peran strategis dalam mendukung arah kebijakan tersebut melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, pengembangan integrasi keilmuan, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas layanan akademik dan administrasi.

Penyelarasan program kampus dengan kebijakan strategis Kemenag diharapkan mampu mendorong lahirnya lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, UIN Syahada Padangsidimpuan terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, kemaslahatan umat, dan pembangunan bangsa.

Transformasi layanan keagamaan yang berorientasi pada dampak menjadi momentum bagi seluruh PTKN untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas kelembagaan, serta memastikan bahwa setiap program pendidikan dan pelayanan publik memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.