Tingkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi, UIN Syahada Ikuti Forum Strategis PILJAMU 2026 di Kepulauan Riau
Tanjungpinang β Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan, (Dr. Muhammad Syukri Pulungan, M.Psi.,) bersama Sekretaris (Dr. Habibi, S.H., M.Hum dan Kepala Pusat Akreditasi, dan Pengembangan Kurikulum (Dr, Irsal Amin, M.Pd.I) mengikuti Temu Nasional Presidium Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PILJAMU) ke-2 Tahun 2026 yang diselenggarakan di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Kepulauan Riau.
Kegiatan berlangsung pada 14β16 Oktober 2026 ini menjadi forum strategis bagi pengelola penjaminan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam untuk memperkuat budaya mutu, menyelaraskan strategi menghadapi perkembangan regulasi, serta mempersiapkan perguruan tinggi menuju pencapaian akreditasi unggul. Forum tersebut mengusung tema βPilar Unggul 2026: Decoding the New Quality Era β Strategi LPM Menghadapi Regulasi Baru, Instrumen Akreditasi LAMGAMA, dan Akselerasi Institusi Unggul.β
Temu nasional ini diikuti oleh perwakilan dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta terdiri atas unsur pimpinan lembaga penjaminan mutu serta unit yang menangani pengendalian mutu, kurikulum dan pembelajaran, akreditasi, serta pemeringkatan perguruan tinggi.
Keikutsertaan delegasi UIN Syahada merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), meningkatkan kesiapan akreditasi, serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan universitas.
Salah satu capaian penting Temu Nasional PILJAMU 2026 adalah penyusunan dan penyampaian sejumlah dokumen strategis yang dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu dan mempersiapkan pencapaian akreditasi unggul. Salah satu materi strategisnya adalah Buku Pilar Mutu yang diharapkan membantu pimpinan perguruan tinggi menentukan prioritas pengembangan, memperkuat koordinasi antarunit, serta mengintegrasikan hasil evaluasi ke dalam program peningkatan mutu institusi.
Selain itu, pembahasan instrumen akreditasi perguruan tinggi mencakup empat kriteria utama, yaitu Budaya Mutu, Relevansi, Akuntabilitas, dan Diferensiasi Misi. Keempat kriteria tersebut dijabarkan ke dalam 39 indikator penilaian, termasuk pembahasan mekanisme asesmen melalui SAPTO 2.0 dan tujuh indikator syarat perlu unggul yang perlu diperhatikan perguruan tinggi dalam mempersiapkan akreditasi.
Temu Nasional PILJAMU 2026 menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik baik antarlembaga penjaminan mutu. Forum ini mendorong perguruan tinggi untuk membangun sistem mutu yang tidak hanya berorientasi pada kelengkapan dokumen administratif, tetapi juga berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, tata kelola kelembagaan, kinerja akademik, dan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi UIN Syahada Padangsidimpuan, partisipasi dalam forum nasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring kerja sama, memperkaya wawasan mengenai perkembangan kebijakan penjaminan mutu, serta mengidentifikasi strategi yang dapat diadaptasi dalam pelaksanaan SPMI dan pengembangan akreditasi program studi maupun institusi.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen universitas untuk membangun budaya mutu yang konsisten, meningkatkan akuntabilitas tata kelola, dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Dengan sinergi seluruh sivitas akademika dan penguatan peran LPM UIN Syahada diharapkan mampu terus meningkatkan daya saing institusi serta mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.