Pererat Silaturahmi, UIN Syahada Kunjungi Sejumlah Dosen Purna Tugas

Padangsidimpuan, 13 Agustus 2026 — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan dengan para sesepuh dan mantan tenaga pendidik, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melakukan kunjungan silaturahim kepada sejumlah dosen yang telah memasuki masa purna tugas, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan oleh perwakilan civitas akademika UIN Syahada Padangsidimpuan, yakni Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Maharuddin Siregar, M.AP., yang juga merupakan bagian dari Panitia Wisuda Sarjana ke-55 dan Pascasarjana ke-28 UIN Syahada bidang kesekretariatan.

Selain sebagai ajang silaturahim, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk menyampaikan undangan secara langsung kepada para dosen purna tugas agar turut hadir dalam pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-55 dan Pascasarjana ke-28 UIN Syahada Padangsidimpuan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UIN Syahada untuk terus membangun dan mempertahankan ikatan emosional serta kekeluargaan dengan para tokoh yang pernah mengabdikan diri dan memberikan kontribusi bagi perkembangan lembaga. Status purna tugas tidak menjadi batas berakhirnya hubungan kekeluargaan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdian yang tetap dikenang dan dihargai oleh almamater.

Dalam kunjungan tersebut dilakukan silaturahim dengan sejumlah sesepuh kampus, di antaranya Drs. H. Syahid Muammar Pulungan dan Drs. H. Rusman Hasibuan. Keduanya merupakan sosok yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pendidikan tinggi Islam di Padangsidimpuan.

Pada masanya, kedua tokoh tersebut pernah menjadi bagian dari jajaran pimpinan ketika lembaga pendidikan ini masih berstatus IAIN Fakultas Tarbiyah Cabang IAIN Medan Sumatera Utara. Lembaga tersebut kemudian mengalami berbagai fase perkembangan dan transformasi kelembagaan hingga akhirnya menjadi Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan seperti sekarang.

Jejak pengabdian dan kontribusi para pendahulu tersebut menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan UIN Syahada. Berbagai pemikiran, karya, dedikasi, serta perjuangan yang mereka curahkan pada masa lalu telah ikut meletakkan fondasi bagi perkembangan lembaga hingga mampu berdiri sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Sumatera Utara.

Silaturahim dengan para sesepuh kampus juga menjadi kesempatan bagi generasi saat ini untuk mengenang kembali sejarah perjuangan lembaga sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan dari para pendahulu. Semangat pengabdian yang telah mereka tunjukkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan estafet perjuangan dan pengembangan UIN Syahada.

Menyampaikan salam Rektor UIN Syahada Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap M.Ag, perwakilan kampus Maharuddin Siregar menyampaikan bahwa hubungan kekeluargaan antara civitas akademika dan para dosen yang telah purna tugas perlu terus dipelihara. Menurutnya, meskipun secara kedinasan para dosen tersebut telah menyelesaikan masa pengabdiannya, ikatan batin dengan almamater dan keluarga besar UIN Syahada tetap harus dijaga.

Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan sebuah perguruan tinggi bukan hanya ditentukan oleh generasi yang sedang menjalankan tugas saat ini, tetapi juga merupakan hasil dari proses panjang yang diwariskan oleh para pendahulu.

Semangat juang dan karya para sesepuh kampus diharapkan terus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh civitas akademika UIN Syahada. Nilai-nilai pengabdian, keteladanan, dan kecintaan terhadap lembaga tersebut penting untuk diteruskan sebagai modal dalam membawa UIN Syahada menjadi perguruan tinggi yang semakin maju, unggul, berdaya saing, dan lebih kompetitif di masa depan.

Dengan demikian, silaturahim bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat sejarah, menghargai jasa para pendahulu, memperkuat persaudaraan, serta menyatukan semangat seluruh keluarga besar UIN Syahada dalam melanjutkan estafet perjuangan membangun lembaga. (mr)