Pendidikan Agama Islam sebagai Panji Suci Pengawal Keragaman dan Persatuan dalam Membentuk Toleransi

Ditulis oleh: Prof. Dr. Hj. Asfiati, S.Ag. M.Pd

Pendahuluan

Moderasi beragama dapat dijadikan penguat pemersatu bangsa. (Huda, 2023) Moderasi beragama memantapkan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Moderasi beragama bermain peran dalam mengimplementasikan dalam mendukung pendekatan-pendekatan yang komprehensif seperti mengedepankan pemikiran kritis, mengahargai pluralitas dan pluralisme, serta menghormati keragaman untuk menumbuhkan budaya moderasi beragama di masyarakat. (Ikhwan et al., 2023) Masyarakat kota yang mengalami berbagai dinamika dan gejolak. Masyarakat yang beragam agama, suku, ras sebagai ciri khas Indonesia. Masyarakat dengan Islam sebagai agama mayoritas. Agama dan kepercayaan yang beragam mendapat lisensi legal di tanah air Indonesia. (Sobri Febrianto, 2023) Masyarakat agama muslim dan non muslim di kota Padangsidimpuan berdampingan dengan penuh cinta kasih.

Namun tidak tertutup kemungkinan terbuka peluang menghadapi tantangan terkait ekstremisme agama dan intoleransi yang meresahkan dan diduga dapat menciderai kesatuan bangsa dan kedamaian sesama. Berdasarkan pengamatan penulis kondisi di Kota Padangsidimpuan ada beberapa temuan ada fragmentasi gerakan yang mengatasnamakan agama yang mengeraskan fanatisme agama telah memberi dampak negatif bagi keberlangsungan kesatuan bangsa. (Zulfikar et al., 2023) Masyarakat kota Padangsidimpuan terkadang dipicu karena budaya yang mengakar dan pemikiran yang dangkal. Masyarakat kota Padangsidimpuan yang Mayoritas penduduk kota beragama Islam. Berdasarkan Sensus 2023 penduduk yang beragama Islam berjumlah 89.95%, Kristen: 8.94%, Katolik: 0.46%, Buddha: 0.35%, dan lainnya: 0.29%. Data menunjukkan berpeluang adanya peningkatan pemahaman yang salah terkait agama dan keyakinan, serta ketidaktoleranan terhadap perbedaan pendapat.

Dalam kondisi seperti ini, kehadiran moderasi beragama sangat diperlukan dan dibutuhkan. Masyarakat kota Padangsidimpuan mengharapkan semua tingkatan lapisan lingkungan masyarakat tanpa kecuali dibimbing dan dibina sehingga menjadi komunitas yang damai. Komunitas yang utuh, bersatu melalui program Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam diajarkan khusus bagi warga muslim. (Saihul Atho Alaul Huda, 2023) Pendidikan Agama Islam diajarkan dengan memberikan muatan materi tentang nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan, penguatan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, serta tindakan hukum terhadap pelaku tindakan intoleransi dan ekstremisme. Pendidikan agama Islam dipromosikan, diimplementasikan sebagai agenda program pemerintah daerah kota Padangsidimpuan.

Pendidikan agama Islam sebagai panji suci dan pengawal keragaman dan persatuan (toleransi). Peran Pendidikan Agama Islam menjadi solusi alternatif menuju penguatan moderasi beragama pada Masyarakat kota Padangsidimpuan Tawaran konsep program Pendidikan Agama Islam yaitu mengajarkan materi- materi ajar Pendidikan Agama Islam yang sesungguhnya. Materi yang sesuai dengan moderasi beragama yang tengah dikembangkan saat ini. Pendalaman yang menyentuh seluruh materi yang diajarkan pada anak-anak usia sekolah sehingga mengakar. Materi yang diajarkan dikaitkan dengan gagasan-gagasan yang bernuansa moderasi. (Bisri, 2021a)

Peran Pendidikan Agama Islam dalam wacana penguatan moderasi beragama merupakan analisis komprehensif. (Asfiati, 2020) Peran Pendidikan Agama Islam memberikan gambaran tentang pengetahuan dan pemahaman yang ada tentang masalah ini dan mengidentifikasi kesenjangan. (Mibtadin & Patimah, 2022) Pendidikan Agama Islam dipraktekkan untuk membantu membangun sikap moderat di kalangan masyarakat muslim khususnya pada tingkatan anak-anak usia sekolah. Pendidikan agama Islam yang mengajarkan toleransi, kedamaian, dan kerukunan antar umat beragama dapat mempromosikan sikap moderat dan mencegah radikalisasi. Pendidikan Agama Islam dapat memainkan peran penting dalam mendorong masyarakat muslim untuk mengembangkan sikap moderat. Khususnya dengan mengkaji kembali karakter Pendidikan Islam yang diterapkan di pesantren yang dikontekstualisasikan dengan tuntutan zaman kekinian. (Asfiati, Akhiril Pane, Fithri Chairunnisa, 2023)

Pendidikan agama Islam yang memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keseimbangan dapat membantu membangun sikap moderat di kalangan masyarakat muslim. (Utina, 2023) Pendidikan Agama Islam dapat membantu mencegah radikalisasi dan meningkatkan pemahaman tentang moderasi beragama, dengan kata lain moderasi beragama telah dijadikan suatu pendekatan baru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dapat membantu masyarakat muslim untuk memahami pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama. (Lailiyah Nurussobah Efendi, 2023) Pendidikan Agama Islam dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk keyakinan dan sikap keagamaan umat Islam. di Indonesia. (Nurlaila, Nurul Pangesti, 2023)

Pendidikan agama Islam dapat memainkan peran penting dalam memfasilitasi dialog antar-agama dan mempromosikan toleransi dan pemahaman di antara agama-agama yang berbeda. Pendidikan agama Islam dalam mempromosikan moderasi beragama menekankan perlunya reformasi dan peningkatan kurikulum, pelatihan guru yang berkualitas, dan keterlibatan para pemimpin agama Islam maupun lintas agama dalam mempromosikan nilai-nilai Islam moderat. (Fauzi & Imron Rosadi, 2022) Moderasi beragama dari lingkungan Pendidikan Islam dengan mengaitkan atau memunculkan materi-materi ajar Pendidikan Islam (Izzah, 2023) dengan moderasi beragama yang tengah digencarkan di Indonesia saat ini. Peran pendidikan agama Islam dalam wacana penguatan moderasi beragama memberikan wawasan tentang potensi pendidikan agama Islam untuk menumbuhkan pemahaman Islam yang moderat dan inklusif di Indonesia. (Bisri, 2021b) Pemahaman Islam yang menekankan pada keseimbangan, toleransi, dan kesederhanaan. Pemahaman ini mencakup sikap moderat terhadap ajaran Islam dan perilaku sosial yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. (Nasib Tua Lumban Gaol, 2023) Islam moderat menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara agama dan kehidupan dunia, antara hak individu dan kewajiban sosial, antara kebebasan dan tanggung jawab, dan antara keadilan dan kasih sayang.