LPPM UIN Syahada Gelar Seminar Kesetaraan Gender
Padangsidimpuan, 30/04/2024. Diskursus mengenai Gender memang selalu menarik dan relevan untuk dibahas dalam forum akademik. Terlebih jika dikaitkan dengan perspektif dan budaya lokal, seperti halnya budaya Tabagsel, maka perbincangan Gender akan lebih kaya dan melahirkan pengetahuan yang baru. LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan, telah menunjukkan bagaimana diskursus mengenai Gender yang dikaitkan dengan sudut pandang budaya lokal tersebut menghasilkan pengetahuan-pengetahuan yang konstruktif dan berkesan bagi para peserta seminar.
Seminar Gender oleh LPPM dengan tema “Optimalisasi Peran Perempuan Dalam Pengambilan Keputusan di Bumi Dalihan Natolu” menghadirkan Narasumber, Prof. Masganti Sitorus, M.Ag Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan yang diselenggarakan di Gedung Aula Terpadu pada hari Selasa, 30 April 2024.
Dalam prosesi acara pembukaan, Dr. Fauziah Nasution, M.Ag selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa pengambilan tema kegiatan tentang “Optimalisasi Peran Perempuan Dalam Pengambilan Keputusan di Bumi Dalihan Natolu” bukan tanpa alasan sebab saat ini kita lagi memperingati Hari Kartini yang memberikan pesan bagaimana peran perempuan yang begitu penting dalam proses perjalanan sejarah kehidupan bangsa kita namun seakan bergeser belakangan ini. Hal ini memperlihatkan perempuan sering diabaikan seperti dalam pengambilan keputusan baik di level hubungan sosial kemasyarakatan maupun keluarga. Maka disinilah perlu kita munculkan diskursus melalui seminar yang bergengsi ini”.
“Selanjutnya peserta kegiatan berjumlah 60 orang yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat Kota Padangsidimpuan, seperti: Dinas Kominfo, Dinas Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan,Kepala-Kepala KUA, MUI,Pimpinan NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Pusat Studi Gender UMTS, IPTS, STAIN Madina, DWP UIN Syahada, SEMA dan DEMA”.
Pada kesempatan selanjutnya Dr. Arbanurrasyid, MA selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan visi misi UIN Syahada Padangsidimpuan melalui lembaga LPPM dalam rangka langkah konkrit lembaga memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat dari segi ilmu pengetahuan dan wawasan terkhusus melalui Seminar tentang Gender ini.
Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Dr.H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag. Dalam arahannya rektor menyampaikan dengan adanya acara ini akan memberikan dampak positif dan akan melahirkan semangat baru untuk membawa perubahan yang luar biasa bagi seluruh mahasiswa dan pihak kampus.
“Sebagai bagian dari komitmen UIN Syahada terhadap kesetaraan gender, Program-program Pusat Studi Gender UIN Syahada diharapkan akan memberikan kontribusi yang berkelanjutan dalam memajukan kesetaraan gender dalam dunia akademik dan masyarakat secara lebih luas.”
“Dengan adanya kegiatan ini, UIN Syahada mengambil langkah untuk lebih maju lagi menuju dunia yang lebih adil dan inklusif bagi semua individu, tanpa memandang gender,” ujar rektor.
Prof. Masganti Sitorus, M.Ag, selaku Narasumber dalam pemaparan sebagian materinya menyampaikan, “Pada prinsipnya Kesetaraan Gender bermaksud bahwa semua individu tanpa memandang jenis kelamin memiliki hak yang sama untuk mengakses kesempatan, sumber daya dan pengalaman hidup. Realitasnya ketidaksetaraan perempuan dalam akses terhadap ekonomi, pendidikan, sosial dan politik membutuhkan satu solusi yakni dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender dan pendidikan dan menghilangkan streotip dan prasangka gender melalui pendidikan dan kampanye informasi.”
Pada Bagian akhir kegiatan, panitia melakukan penyerahan sertifikat kepada narasumber dirangkai dengan pemberian apresiasi kepada Prof. Asfiati, M.Pd sebagai perempuan pertama mendapatkan gelar Profesor (Guru Besar) dibidang Ilmu Pendidikan Islam di lingkungan UIN Syahada yang disematkan langsung oleh Ketua Darma Wanita Persatuan .








