Menggali Hikmah Pendidikan dalam Ibadah Haji dan Qurban

Padangsidimpuan, 8 Juli 2023. Ibadah Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan ketika telah berada dalam kategori mampu untuk melaksanakannya (… wa tahujjal baita inistatho’ta ilaihi sabila…). sebagaimana termaktub dalam Kitab Arba’in Karya Imam Nawawi yang diriwayatkan Imam Muslim. Mampu (Istitho’ah) merupakan kata kunci agar hukum melaksanakannya menjadi wajib bagi seorang Muslim. Bagi yang ‘tidak mampu’ maka tentu tidak berada dalam kategori diwajibkan untuk melaksanakannya. Ibadah haji merupakan penyempurna berislam seseorang karena telah melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Sebagai muslim, seyogianya kita harus memiliki ikhtiar untuk berada dalam kategori ‘mampu’. Tidak hanya berpangku tangan tanpa memiliki usaha dan upaya menuju ke sana. Kita diharapkan memiliki perencanaan (planning) yang matang baik secara ekonomi, kesehatan fisik dan rohani, hingga kesanggupan dalam memenuhi semua persyaratan dalam perjalanan dari Tanah Air menuju Kota Makkah. Pendidikan dalam hal ini memiliki peran penting dalam rangka mempersiapkan seseorang untuk menjadi pribadi yang memiliki ‘kesanggupan’ dan ‘kemampuan’, agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik. Dengan adanya Ibadah Haji ini sebenarnya mengisyaratkan seorang muslim untuk memiliki ikhtiar untuk menjadi orang yang mampu (Istitho’ah).

Kita diharapkan memiliki perencanaan (planning) yang matang baik secara ekonomi, kesehatan fisik dan rohani, hingga kesanggupan dalam memenuhi semua persyaratan dalam perjalanan dari Tanah Air menuju Kota Makkah

Ade Suhendra, M.Pd.I

Bagi yang telah melaksanakan ibadah haji juga harus memiliki perencanaan terkait apa yang harus diberikan atau di-qurban-kan sebagai ibadah sosial untuk diberikan kepada lingkungan masyarakat sekitarnya. Berdasarkan pengalaman orang-orang yang telah menunaikan ibadah haji, hampir semua menyampaikan bahwa akan terus membuat kita merasa rindu untuk ke sana kembali. Rasa kebahagiaan untuk berada pada tempat di mana para Nabi terkhusus Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Nabi Muhammad Saw. sehari-hari berada di sana, berjuang, dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wata’ala.

Namun, di sinilah kita kemudian diperlukannya pendidikan bagi kita untuk ‘menyeimbangkan’ antara niat baik kita untuk senantiasa berada pada tempat yang Mulia yaitu Kota Makkah dan Kota Madinah dengan upaya kita untuk membantu menciptakan masyarakat lingkungan sekitar yang sejahtera, tidak ada yang tertinggal dan bahkan terpinggirkan. Maka dari itu, salah satu aspek penting dari pelaksanaan ibadah Qurban pada Bulan Dzulhijjah adalah pelaksanaan ibadah yang bersifat sosial yaitu saling berbagi dan menyantuni masyarakat lingkungan sekitar, bagaimana kita memuliakan masyarakat sekitar kita.

Dengan melaksanakan ibadah haji, kita seyogianya lebih mendalami dan mengambil ibrah tentang perjuangan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Kesederhanaan hidup dan bagaimana memperlakukan masyarakat sekitar yang kurang mampu adalah salah satu nilai yang dapat kita peroleh melalui pelaksanaan Ibadah haji ini. Sebab selain sebagai penyempurna rukun Islam, ibadah haji ini memberikan nilai-nilai sosial bagi kita  bagaimana untuk menjadi lebih peka terhadap lingkungan masyarakat sekitar.

Pada akhirnya, nilai-nilai yang terkandung pada sejarah (Sirah) perjalanan dan perjuangan Nabi Ibrahim as., Nabi Ismail as. Hingga Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, serta pesan-pesan Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam pada Bulan Dzulhijjah seharusnya menjadi pelajaran penting bagi kita baik ketika melaksanakan Ibadah haji dan juga bagi yang melaksanakan Ibadah Qurban. Walloohu a’lam bisshowab…

Artikel Opini ini ditulis oleh Ade Suhendra, M.Pd.I | Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Adday Padangsidimpuan