UIN Syahada Padangsidimpuan Laksanakan Seminar Ilmilah Moderasi Beragama
Padangsidimpuan, 18 Agustus 2024 – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menggelar seminar ilmiah sosialisasi penguatan moderasi beragama. Kegiatan yang digelar pada Minggu, 18 Agustus 2024 di Kuttab Ma’had Al-Jami’ah UIN Sayahada Padangsidimpuan tersebut dihadiri oleh 700 orang mahasiswi ma’had Al-Jami’ah, Rektor, Para Wakil Rektor, Mudir Ma’had Al-Jami’ah dan seluruh Ustadz/ustadzah di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya UIN Syahada Padangsidimpuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang moderasi beragama. Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang adil, seimbang, dan toleran, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keadaban.

Narasumber seminar tersebut adalah , Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA. Dalam materinya, Prof. Ismail memaparkan pentingnya moderasi beragama di Indonesia. Menurutnya, Pancasila dan agama adalah hal yang tidak bisa dipisahkan di bumi Pancasila.
“Pancasila adalah ideologi negara yang bersumber dari nilai-nilai agama, termasuk agama Islam. Oleh karena itu, moderasi beragama merupakan bagian dari pelaksanaan Pancasila,” kata Prof. Ismail.
Lebih lanjut, Prof. Ismail juga mengenalkan salam persatuan kebangsaan yaitu salam Pancasila dengan mengangkat tangan kanan lurus ke atas sejajar dengan kepala sedikit lebih diangkat. Salam ini merupakan simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, ras, dan bahasa.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan pentingnya moderasi beragama dalam kerangka kebangsaan ini. Ia mengajak kepada para mahasiswa dan hadiri agar lebih banyak menggali ilmu dengan menyimak penjelasan dari narasumber.
“Moderasi beragama merupakan kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk ini. Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh mahasiswa dan hadirin untuk lebih banyak belajar tentang moderasi beragama,” kata Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag





