Sinergi UIN Syahada dan Komisi VIII DPR RI: Seminar Hari Santri Nasional Dorong Terwujudnya SDM Unggul
Padangsidimpuan, 18/10/ 2025 – Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dengan menggandeng Komisi VIII DPR RI dalam penyelenggaraan seminar bertajuk “Penguatan Jiwa Ke-santri-an di Kalangan Mahasantri/ah””. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium, Sabtu (18/10/2025).
Seminar tersebut diadakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional dan dihadiri langsung oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si yang sekaligus menjadi narasumber utama. Kehadirannya memberikan apresiasi tinggi terhadap peran UIN Syahada sebagai institusi pendidikan yang aktif membangun tradisi keilmuan Islami, moderat, dan berwawasan kebangsaan.
Rektor UIN Syahada Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang mendalam atas kedatangan Ketua Komisi VIII DPR RI, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si ke kampus UIN Syahada sebagai narasumber utama dalam Seminar Hari Santri. Rektor menegaskan bahwa kehadiran beliau bukan hanya sebuah kehormatan seremonial, tetapi juga wujud nyata dari perhatian pemerintah, khususnya Komisi VIII, terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

“Komitmen dan kepedulian Bapak Marwan Dasopang terhadap kemajuan Pendidikan Tinggi Islam terkhusus UIN Syahada sungguh luar biasa. Telah banyak upaya dan langkah perjuangan yang telah dilakukan, baik dalam aspek legislasi, penganggaran, maupun pengawalan program pendidikan, telah memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kampus. Semoga kehadiran bapak sebagai Ketua Komisi VIII DPR RI sebagai narasumber pada momentum menyambut Hari Santri ini semakin memperkuat ikatan emosional dan kolaboratif antara UIN Syahada dan lembaga legislatif, ungkap Rektor.
Selanjutnya, Rektor memberikan pesan mendalam kepada seluruh sivitas akademika mulai dari pimpinan, dosen, hingga mahasiswa agar menjadikan peringatan Hari Santri nanti bukan hanya sebagai agenda tahunan semata, tetapi sebagai ruh akademik yang hidup dan menginspirasi aktivitas di lingkungan kampus. Menurut beliau, nilai-nilai kesantrian seperti keikhlasan, kedisiplinan, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, dan komitmen terhadap akhlak harus terintegrasi dalam seluruh proses pendidikan di UIN Syahada.
Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si dalam paparannya, menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan kebijakan pemerintah. Menurutnya, Komisi VIII DPR RI berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan keagamaan, kesejahteraan umat, dan peningkatan kualitas SDM berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ia juga memberikan motivasi kepada para mahasantri/ah agar terus memperkuat kompetensi akademik, sosial, dan keagamaan guna menghadapi tantangan global.
“Menguatkan basis moral melalui ilmu pengetahuan bukan hanya tugas institusi pendidikan, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Dengan adab yang kokoh, pengetahuan yang luas, dan komitmen terhadap kebenaran, kita dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan siap membawa perubahan bagi kemajuan bangsa dan umat”.
“Menyambut Hari Santri, sudah sepatutnya kita menengok kembali perjalanan sejarah para pejuang bangsa yang lahir dari rahim pesantren. Salah satu tokoh penting yang patut dikenang adalah Kiai Zainul Arifin Pohan, putra asli Barus, yang memainkan peran besar dalam episode perjuangan Indonesia, baik pada masa pra-kemerdekaan maupun setelahnya.”
“Kiai Zainul Arifin dikenal sebagai tokoh sentral dalam Laskar Hizbullah. Di bawah komandonya, pasukan ini tampil gagah berani dalam peristiwa heroik November 1945 di Surabaya, bersama para pejuang lain yang mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajah. Keberanian, kecerdasan taktis, dan semangat jihad kebangsaan yang beliau tunjukkan menjadikan namanya tercatat dalam sejarah sebagai santri pejuang yang luar biasa.”
“Semangat juang yang lahir dari lingkungan pesantren ini adalah warisan berharga yang harus dihidupkan kembali oleh generasi santri dan mahasantri masa kini. Keteguhan hati, keberanian, kecintaan pada tanah air, dan ketulusan dalam berjuang menjadi teladan yang relevan dengan tantangan zaman. Hari Santri bukan hanya momentum peringatan, tetapi panggilan untuk meneladani perjuangan tokoh-tokoh seperti Kiai Zainul Arifin Pohan, menjaga agama, membela bangsa, dan membangun peradaban.” ujar Marwan Dasopang.
Pada sesi penutup seminar, Ketua Komisi VIII DPR RI memberikan apresiasi sekaligus melakukan penyematan secara simbolik kepada para mahasiswa penerima KIP Kuliah. Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki prestasi akademik di UIN Syahada. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan tekad bahwa ke depan, alokasi KIP Kuliah bagi mahasiswa UIN Syahada harus semakin ditingkatkan sebagai ikhtiar memperkuat pendidikan Islam yang menjadi salah satu tonggak penting dalam membangun peradaban umat.(mr)


