Menag RI: Alumni PTKIN Harus Pimpin Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru
Jakarta – Seminar Nasional yang merupakan rangkaian dari Festival Muharram 1448 H Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FN IKA PTKIN) resmi digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Mengusung tema “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran alumni PTKIN dalam membangun peradaban Islam yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global.
Seminar dihadiri oleh Pengurus Forum Nasional IKA PTKIN se-Indonesia, para Rektor PTKIN, guru besar, pejabat Kementerian Agama RI, akademisi, serta tokoh-tokoh alumni dari berbagai daerah. Dari Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (UIN Syahada) turut hadir Rektor Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan Prof. Dr. Darwis Harahap, S.HI., M.Si.Harahap, Dekan FEBI Prof. Dr. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Muhammad Syukri Pulungan, M.Psi., serta perwakilan Ikatan Alumni PTKIN UIN Syahada, Letkol Inf. H. Nasrun Nasution, S.Ag., M.Si. dan H. Ratonggi, S.Ag., M.A. Kehadiran para pimpinan dan alumni tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat jejaring alumni PTKIN sebagai mitra strategis pembangunan bangsa.
Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Dr. H. Ismail Cawidu, M.Si menyampaikan bahwa seminar tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga diharapkan melahirkan gagasan yang mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami berharap diskusi dalam seminar ini benar-benar substantif dan tidak terjebak dalam formalitas akademik yang kering. Seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan yang aplikatif bagi pembangunan peradaban Islam dan bangsa,” ujarnya.
Panitia juga menargetkan lahirnya Deklarasi Muharram 1448 Hijriah sebagai rekomendasi strategis hasil seminar yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan serta penguatan peran alumni PTKIN di tingkat nasional.
“Deklarasi Muharram 1448 Hijriah yang dihasilkan dari seminar ini tidak boleh hanya menjadi dokumen yang dibaca dan disimpan, tetapi harus menjadi rujukan kebijakan yang nyata. Semoga semangat yang tumbuh hari ini tetap terjaga dan terus diwujudkan dalam langkah-langkah konkret setelah kita meninggalkan ruangan ini,” ungkap Ketua Panitia.
Membuka seminar, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA mengajak seluruh alumni PTKIN untuk mengambil peran sebagai pelopor rekonstruksi peradaban Islam melalui penguatan tradisi keilmuan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, alumni PTKIN memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan peradaban dunia.
“Alumni PTKIN tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus menjadi aktor utama yang mampu menentukan arah perubahan dan memberikan solusi bagi persoalan bangsa,” tegas Menteri Agama.
Dalam paparannya, Menteri Agama menjelaskan bahwa perjalanan sejarah menunjukkan kemajuan suatu peradaban selalu ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan agama dengan ilmu pengetahuan. Ia menilai masa keemasan Islam (Golden Age) menjadi bukti bahwa peradaban besar lahir ketika nilai-nilai agama berjalan seiring dengan perkembangan sains dan teknologi.
“Peradaban Islam mencapai puncak kejayaannya ketika agama dan ilmu pengetahuan bersinergi. Wahyu pertama adalah Iqra’, sebuah perintah untuk membaca, belajar, meneliti, dan membangun tradisi keilmuan,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Menteri Agama mengajak seluruh alumni PTKIN untuk memperkuat kolaborasi, menjaga tradisi intelektual, serta terus menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.
“Mari kita bangun peradaban baru yang berpijak pada iman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak mulia. Alumni PTKIN harus menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan bermartabat di tingkat global,” pungkasnya.
Seminar Nasional ini diharapkan menghasilkan Deklarasi Muharram 1448 Hijriah sebagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat kontribusi alumni PTKIN dalam pembangunan nasional sekaligus menjadi pijakan dalam membangun peradaban Islam yang inklusif, progresif, dan berkemajuan.










