Forum Nasional IKA PTKIN Resmi Dikukuhkan: Satukan Kekuatan Alumni, Bangun Peradaban, Majukan Indonesia
Jakarta (13/07/2026) Ratusan alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN se-Indonesia, yang menjadi tonggak bersejarah lahirnya gerakan nasional alumni PTKIN untuk memperkuat kontribusi terhadap pendidikan, pembangunan bangsa, dan kemajuan peradaban Islam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pengukuhan Pengurus Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN se-Indonesia Periode 2026–2031 oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan perdana Forum Nasional IKA PTKIN sebagai wadah pemersatu alumni dari 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia.
Dalam kepengurusan nasional tersebut, turut dilantik Ketua dan sekretaris Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan Letkol Inf. H. Nasrun Nasution, S.Ag., M.M. bersama H. Ratonggi, S.Ag., M.A. sebagai pengurus Forum Nasional IKA PTKIN. Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar alumni UIN Syahada Padangsidimpuan karena dipercaya ikut mengambil bagian dalam mengembangkan organisasi alumni PTKIN di tingkat nasional.
Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh Pengurus Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN Periode 2026–2030, khususnya kepada Letkol Inf. H. Nasrun Nasution, S.Ag., M.M. dan H. Ratonggi, S.Ag., M.A. yang dipercaya menjadi pengurus tingkat nasional. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kebanggaan bagi keluarga besar UIN Syahada sekaligus menjadi amanah untuk terus memperkuat sinergi alumni PTKIN dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi keagamaan Islam, pembangunan bangsa, dan kemaslahatan umat.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 230 peserta ini diikuti oleh jajaran pengurus pusat, perwakilan alumni dari 59 PTKIN, para rektor, guru besar, akademisi, tokoh nasional, serta berbagai pemangku kepentingan. Selain Rakernas, kegiatan juga dirangkaikan dengan Seminar Internasional bertema “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Pembangunan Manusia” serta pameran Lorong Peradaban Islam yang menampilkan jejak para ilmuwan Muslim dunia dan Indonesia sebagai inspirasi bagi generasi penerus.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Dr. H. Ismail Cawidu, M.Si menjelaskan bahwa Forum Nasional IKA PTKIN bukan sekadar organisasi alumni, tetapi organisasi profesional yang sejak awal dibangun di atas fondasi yang kokoh, terarah, dan memiliki perencanaan jangka panjang.
“Kami tidak ingin Forum Nasional ini memulai perjalanannya dengan langkah yang tergesa-gesa dan tanpa arah yang jelas. Kami ingin memulainya dengan langkah yang terukur, bermartabat, dan penuh energi.”ujarnya.
Menurutnya, Rakernas perdana ini difokuskan pada empat agenda strategis, yakni menyamakan persepsi seluruh alumni PTKIN, menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menyusun program kerja nasional periode 2026–2030, serta merumuskan pokok-pokok pikiran organisasi sebagai landasan filosofis dalam setiap pengambilan kebijakan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran delegasi dari seluruh PTKIN menjadi bukti nyata tingginya semangat persatuan di kalangan alumni.
“Kehadiran perwakilan dari 59 PTKIN menunjukkan bahwa semangat untuk bersatu dan bergerak bersama benar-benar hidup di kalangan alumni PTKIN.”tegasnya.
Panitia juga mempersembahkan Lorong Peradaban Islam, sebuah pameran visual yang menghadirkan perjalanan para ilmuwan besar Islam seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, Al-Idrisi, Al-Farabi, hingga ilmuwan dan cendekiawan Muslim Indonesia.
“Kita bukan pewaris sejarah yang kosong. Kita mewarisi tradisi keilmuan Islam yang sangat kaya, dan warisan itu harus terus dihidupkan melalui karya dan pengabdian.”terangnya
Sementara itu, Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN Dr. Drs. H Idrus Marham, M.Sc menegaskan bahwa organisasi yang dihuni para guru besar, akademisi, intelektual, dan profesional harus mampu menjadi organisasi yang melahirkan karya nyata, bukan sekadar menggelar kegiatan seremonial.
“Sesuatu disebut luar biasa bukan karena acaranya megah, tetapi karena menghasilkan karya, amal, prestasi, dan manfaat yang nyata.”tegasnya
Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi tidak diukur dari kemewahan penyelenggaraan kegiatan, melainkan dari kontribusi yang mampu diberikan kepada umat, bangsa, dan negara.
“Kita ingin membangun organisasi yang setiap kali disebut orang akan mendapat penilaian: itulah organisasi yang luar biasa karena prestasinya, bukan karena kemewahan acaranya.”terangnya
Ia juga mengajak seluruh alumni memanfaatkan jejaring nasional yang dimiliki organisasi, termasuk membangun kolaborasi dengan berbagai tokoh bangsa. Kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menurutnya merupakan salah satu peluang besar untuk memperluas sinergi.
“Silaturahmi bukan sekadar bertemu, tetapi membangun jejaring yang menghasilkan kemaslahatan. Kita harus mampu memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki organisasi ini untuk kemajuan bersama.”harapnya
Dalam arahannya, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA menegaskan bahwa Forum Nasional IKA PTKIN dibentuk bukan hanya sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi sebagai kekuatan strategis yang mampu menghubungkan seluruh potensi alumni PTKIN di Indonesia serta memperkuat kontribusi mereka bagi pembangunan nasional.
“Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN dibentuk bukan sekadar sebagai wadah silaturahmi para alumni, melainkan sebagai kekuatan strategis yang mampu menghubungkan seluruh potensi alumni PTKIN di Indonesia.”terangnya
Menteri Agama menjelaskan bahwa lulusan PTKIN memiliki karakter yang khas karena tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga integritas moral, spiritualitas, dan kepedulian sosial. Karena itu, alumni PTKIN diharapkan tampil sebagai ilmuwan, intelektual, sekaligus cendekiawan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan, tetapi dari dampak yang dihasilkan para alumninya di tengah masyarakat.
“Alumni harus mampu memberikan nilai tambah bagi umat, keluarga, institusi, bangsa, dan negara.”harapnya
Lebih jauh, Menteri Agama mengajak seluruh alumni PTKIN untuk terus memperkuat moderasi beragama, membangun toleransi, serta mengembangkan semangat persatuan dalam bingkai kebangsaan demi mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.
Rakernas perdana ini menjadi tonggak penting konsolidasi nasional alumni PTKIN. Dengan kepengurusan yang telah resmi dikukuhkan, program kerja yang mulai disusun, serta komitmen membangun organisasi yang profesional, modern, dan berorientasi pada pengabdian, Forum Nasional IKA PTKIN diharapkan menjadi rumah besar bagi jutaan alumni PTKIN di seluruh Indonesia sekaligus menjadi kekuatan intelektual dan moral dalam mendukung pembangunan bangsa dan kemajuan peradaban Islam.










