Memahami Ayat Tentang Iman Kepada Malaikat
Malaikat Selalu Patuh
Malaikat adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya (nur), yang tidak memerlukan makan dan minum serta tidak memiliki nafsu seperti manusia. Mereka senantiasa beribadah kepada Allah tanpa henti dan senang menghadiri majelis dzikir. Sebagaimana firman allah dalam surah an-nahl ayat 49:
“Hanya kepada Allah bersujud segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, yaitu semua makhluk yang bergerak (bernyawa). Para malaikat (juga bersujud) dan mereka tidak menyombongkan diri.”
Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa semua makhluk yang ada di langit dan di bumi tunduk kepada kekuasaan-Nya. Mereka itu sujud kepada Allah menurut cara masing- masing sesuai dengan fitrahnya yang alami. Bahkan malaikat pun yang berada di langit tidak mau menyombongkan dirinya dan tidak membangkang kepada ketentuan-ketentuan Allah.
Mulyana Abdullah dalam bukunya, Meneladani Sifat-sifat Malaikat Allah Sebagai Bentuk Mengimani Adanya Malaikat menjelaskan bahwa ketaatan malaikat kepada Allah SWT terlihat dari pelaksanaan perintah-Nya. Ketaatan ini adalah bagian dari sifat dasar malaikat yang tidak memungkinkan mereka untuk mendurhakai Allah, bahkan dalam hal kecil sekalipun. Ini menjadi alasan mengapa malaikat selalu taat kepada Allah SWT.
Juga Firman Allah dalam surah at-tahrim ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah. Mereka juga diperintahkan untuk mengajarkan kepada keluarganya agar taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Keluarga merupakan amanat yang harus dipelihara kesejahteraannya baik jasmani maupun rohani. Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah: Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. (thaha/20: 132) Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat. (asy-Syu’ara’/26: 214)
Diriwayatkan bahwa ketika ayat ke-6 ini turun, ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga kami?” Rasulullah saw menjawab, “Larang mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkan mereka melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Begitulah caranya menyelamatkan mereka dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras yang pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat. Mereka diberi kewenangan mengadakan penyiksaan di dalam neraka. Mereka adalah para malaikat yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya.