Kategori
Biro Rektorat

Layanan Fast Track Inovasi Nyata Pemerintah Untuk Jamaah Haji

Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag.

Secara umum perjalanan haji dapat dipetakan kepada tiga tahapan, tahap pemberangkatan, tahap pelaksanaan dan tahap pemulangan. Setiap tahapan yang dilalui jamaah haji melibatkan banyak pihak, oleh karena itu sinergitas merupakan salah satu kunci utama dari suksesnya perjalanan haji. Sebagai contoh dalam persiapan hingga pemberangkatan jamaah dari Indonesia-Arab Saudi, selain Kementerian Agama RI (Kemenag RI), proses ini juga melibatkan kementerian lain seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Perhubungan. Artinya, ini menjadi bukti konkrit dari totalitas negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia.
Di sisi lain, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sebagai penyelenggara utama ibadah haji juga terus berinovasi dan melakukan kajian-kajian intens untuk maksimalisasi pelayanan bagi jamaah haji serta memberikan penangan khusus bagi yang membutuhkan. Berkaitan dengan hal ini, muncullah beberapa inovasi seperti program tanâzul (pemulangan lebih cepat bagi jamaah yang membutuhkan), smart card (kartu akses untuk masuk ke ARMUZNA) dan safari wukuf (fasilitas khusus yang disediakan bagi jamaah yang sakit agar tetap bisa melaksanakan wukuf di Arafah). Sementara pada tahun 2024 ini, pemerintah melalui Kemenag RI memberikan dua fasilitas yang sangat solutif, yaitu murûr (melintas tanpa turun dari bus) di muzdalifah bagi jamaah risti, dan layanan fast track.
Fast track berasal dari Bahasa Inggris, fast artinya cepat dan track artinya jalur, fast track berarti dapat diartikan sebagai “jalur cepat”. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Project Management Institute (PMI). Dalam situs (smartsheet.com) disebutkan bahwa The terms fast track and fast tracking were first used by the Project Management Institute (PMI) in 2000 in a publication dedicated to managing compressed-duration projects. Kemudian istilah ini digunakan banyak pihak, seperti pendidikan, transportasi, pembangunan dan termasuk pada pelayanan publik.
Saya menilai bahwa layanan fast track ini merupakan inovasi luar biasa pemerintah. Layanan ini menjadi karya nyata pemerintah dalam menghadirkan khidmat terbaik bagi jamaah haji. Padahal, layanan fast track tidak hanya ditentukan otoritas Indonesia namun juga melibatkan Arab Saudi sebagai negara tujuan penerbangan. Adanya layanan fast track menjadi bukti dari kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi.
Atas nama pribadi dan lembaga, Saya sangat mengapresiasi kebijakan brilian pemerintah ini, meskipun layanan fast track baru diberlakukan di beberapa embarkasi, saya berhadap pada musim haji tahun mendatang layanan ini dapat diterapkan oleh semua embarkasi di seluruh Indonesia.
Sebenarnya, layanan fast track adalah upaya pemerintah untuk mengatasi proses imigrasi dengan sesingkat mungkin, sehingga jamaah tidak mengalami antrian panjang dalam proses imigrasi. Dikutip dari laman (haji.kemenag.go.id), disebutkan bahwa dengan layanan fast track memungkinkan jamaah haji melewati segala proses prosedur keberangkatan dengan lebih cepat dan lancar, sehingga dapat meminimalisir waktu tunggu dan sangat efisien. Adapun gambaran dari layanan ini sebagaimana disebutkan oleh Direktur Layanan Haji Luar Negeri bahwa waktu yang dibutuhkan per jamaah haji sekitar 6 menit sudah berada di pesawat, hal senada juga diinformasikan oleh pimpinan petugas fast track imigrasi Arab Saudi saat mendampingi meninjau fasilitas layanan Mekkah Road (lihat: haji.kemenag.go.id: Perdana, Jemaah Haji Embarkasi Solo Nikmati Layanan Fast Track).
Menurut Saya, layanan fast track adalah pengamalan dari kaidah fikih yang menyebutkan “al-muhâfadzatu alâ al-qadîm al-shâlih wa al-akhdzu bil-jadîd al-ashlah” (melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik). Dengan demikian, layanan fast track sesuai dengan nilai-nilai luhur agama. Agama menganjurkan kita untuk tidak menyepelekan amal sekecil apapun termasuk memberikan kemudahan pada orang. Layanan fast track adalah salah satu dari wujud nyata bantuan serta kemudahan yang pemerintah berikan kepada jamaah haji.
Oleh sebab itu, hadirnya layanan fast track sekaligus menepis dugaan-dugaan miring masyarakat terhadap Kemenag RI sebagai penyelenggara utama ibadah haji di Indonesia. Saya sangat optimis layanan fast track ini akan diterapkan secara merata di seluruh embarkasi, tentu tetap membutuhkan proses dan dukungan dari semua pihak termasuk dari masyarakat Indonesia secara umum.
Wallahualam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.