Cegah Kekerasan Seksual dikampus , UIN Syahada bentuk Satgas PPKS
Padangsidimpuan , Senin ( 3 /06/ 2024 ) – Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (UIN Syahada) membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Pelantikan Satgas PPKS ini berlangsung pada tanggal 3 Juni 2024 di Gedung Terpadu UIN Syahada. Selain itu, dilaksanakan juga sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang disampaikan oleh Dr. Fauziah Nasution, M.Ag, Kapus PSGA UIN Syahada Padangsidimpuan.
Satgas ppks yang terdiri dari 56 anggota yang dilantik oleh Dr. Erawadi, M.Ag. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan yang mencakup dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Dr. Erawadi, M.Ag., menekankan pentingnya peran Satgas PPKS (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) di lingkungan UIN Syahada. Ia menyampaikan bahwa tugas satgas ini berkaitan erat dengan pembentukan pola pikir, perilaku, etika, moral, dan akhlak mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Kedepan nya juga beliau menekankan satgas ini dapat menyusun kebijakan strategis yang komprehensif dan inklusif untuk meningkatkan kesadaran serta edukasi di kalangan masyarakat, baik di dalam kampus maupun di luar kampus.
“ Dukungan yang memadai bagi korban harus disediakan, seperti layanan konseling, bantuan hukum, dan tempat perlindungan. Selain itu, penting untuk memastikan adanya mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan Satgas PPKS UIN Syahada dapat menjadi tempat pengaduan yang andal bagi mahasiswa yang mengalami masalah selama proses belajar atau di lingkungan kampus.”pungkasnya
Ketua Satgas PPKS-UIN Syahada, Dr. Nahriyah Fata, S.Ag, M.Pd., juga menyampaikan, “Dengan pembentukan Satgas PPKS ini, UIN Syahada menunjukkan langkah konkret dalam menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari kekerasan seksual, demi tercapainya lingkungan yang kondusif bagi seluruh sivitas akademika.” Ujarnya.
Acara pelantikan ini dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus UIN Syahada Padangsidimpuan dengan menghadirkan narasumber Dr. Fauziah Nasution, M.Ag. Beliau menjelaskan bahwa kekerasan seksual dapat disebabkan oleh faktor kultur budaya, relasi kuasa, dan perkembangan teknologi. Fenomena kekerasan seksual di perguruan tinggi sangat mengkhawatirkan, dengan banyaknya mahasiswa yang menjadi korban. Narasumber juga mengutip hasil survei Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) per Juli 2023, tercatat ada 21.221 korban kekerasan seksual di perguruan tinggi, dengan 65 kasus kekerasan seksual yang tercatat.
Selain itu, narasumber juga memaparkan data pengaduan Komnas Perempuan selama tahun 2015 – 2022, perguruan tinggi menempati urutan pertama sebagai lembaga pendidikan dengan korban kekerasan seksual tertinggi, yaitu sebesar 35%. Hal ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi.
Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan pelantikan satgas dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di UIN Syahada Padangsidimpuan berlangsung sukses hingga selesai dan ditutup dengan kegiatan foto bersama.








