Apel Pagi UIN Syahada, Dr. Putra Halomoan Hasibuan Ajak Pegawai Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata
Padangsidimpuan, 10 Agustus 2026 — Pelaksanaan apel pagi di lingkungan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Senin (10/8), menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan sekaligus membangkitkan semangat seluruh pegawai dalam mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian nyata.
Bertindak sebagai pembina apel, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, MH, mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum refleksi dan inspirasi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa perjuangan para pendahulu bangsa dalam merebut kemerdekaan harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi saat ini. Jika dahulu para pejuang mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa untuk merebut kemerdekaan, maka tugas kita sebagai generasi penerus adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut dengan karya yang produktif.
“Kita memang tidak lagi merebut kemerdekaan, tetapi kita memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah ada dengan cara mengisinya melalui karya nyata yang produktif,” ujarnya.
Menurutnya, amanah yang diberikan negara kepada kita sebagai sebagai aparatur di lingkungan UIN Syahada harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. UIN Syahada sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Selanjutnya, beliau mengingatkan seluruh pegawai untuk meninggalkan tiga sikap yang dapat menjadi penghambat kemajuan lembaga, yakni kemalasan yang membuat seseorang stagnan dan enggan berkembang, ego sektoral yang dapat merenggangkan kolaborasi dan melemahkan semangat kebersamaan, serta lalai terhadap waktu yang menyebabkan peluang untuk menghasilkan kinerja terbaik terbuang sia-sia. Menurutnya, ketiga sikap tersebut harus dihindari dan digantikan dengan budaya kerja yang produktif, kolaboratif, disiplin, dan berorientasi pada kemajuan. Di samping itu, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai silaturahmi di lingkungan civitas akademika UIN Syahada sebagai fondasi untuk memperkuat kebersamaan, membangun komunikasi, dan menumbuhkan semangat saling mendukung. Dengan sinergi, kedisiplinan, dan silaturahmi yang kuat, cita-cita bersama untuk mewujudkan UIN Syahada yang semakin maju dan berdaya saing dapat diwujudkan secara nyata..(mr)



