Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syahada: ASN Harus Menjadi Teladan, Bukan Sekadar Menggugurkan Kewajiban Administratif
Padangsidimpuan, 26 Oktober 2026 – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama harus mampu menjadi teladan, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Keteladanan tersebut tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan administratif, tetapi harus tercermin dalam perilaku, sikap, karakter, serta kesungguhan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kerja dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam amanat Apel Pagi di lingkungan Biro Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Senin (26/10/2026). Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan perilaku yang baik, bekerja secara profesional, serta melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan benar, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan.
Menurutnya, keteladanan merupakan salah satu nilai penting yang harus melekat pada setiap ASN. Seorang pegawai tidak hanya dituntut hadir tepat waktu, memenuhi ketentuan absensi, dan menyelesaikan urusan administrasi, tetapi juga harus memperlihatkan integritas, kedisiplinan, etika, kepedulian, serta tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaannya.
“Keteladanan tidak sepenuhnya diukur dari aspek administratif semata. Kehadiran yang baik dan absensi yang tertib memang penting, tetapi keteladanan yang sesungguhnya harus tercermin dalam perilaku, sikap, dan karakter kita sehari-hari. Bagaimana kita bekerja, berinteraksi, membantu sesama, serta memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga merupakan bagian dari cerminan diri seorang ASN,” demikian pesan yang disampaikannya dalam amanat apel pagi.
Ia menambahkan, setiap ASN perlu menyadari bahwa keberadaannya di dalam sebuah institusi harus memberikan nilai tambah dan manfaat nyata. Setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang saling berkaitan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Karena itu, jangan sampai keberadaan seorang pegawai justru tidak dirasakan manfaatnya oleh lingkungan kerja, apalagi menimbulkan kesan bahwa kehadirannya tidak memberikan kontribusi berarti bagi lembaga.
Kearifan Lokal sebagai Refleksi Keteladanan
Untuk memperkuat pesannya, ia mengangkat sebuah ungkapan kearifan lokal yang berbunyi, “Ro pe ia napala jabat na dul-dul, kehe pe ia napala jabat naholbung.” Ungkapan tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam amanatnya, menggambarkan keadaan seseorang yang keberadaan maupun kepergiannya seolah-olah tidak memberikan pengaruh atau manfaat berarti bagi orang lain.
Ungkapan lokal ini menjadi bahan refleksi bagi seluruh ASN agar senantiasa mengevaluasi diri, terutama dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab di tempat kerja. Setiap pegawai hendaknya bertanya kepada dirinya sendiri: apakah kehadirannya telah memberikan manfaat bagi organisasi, apakah pekerjaannya telah membantu meringankan tugas orang lain, dan apakah perilakunya telah menjadi contoh yang baik bagi rekan kerja?
Menurutnya, sikap yang tidak peduli terhadap tugas, bekerja tanpa kesungguhan, mengabaikan tanggung jawab, serta tidak menunjukkan kontribusi positif merupakan hal-hal yang perlu dihindari oleh setiap ASN. Sebaliknya, seorang ASN harus mampu menunjukkan bahwa dirinya merupakan bagian penting dari upaya bersama dalam membangun lembaga yang profesional, produktif, dan berintegritas.


Ia menekankan bahwa nilai seorang pegawai tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan yang diemban atau posisi yang didudukinya, melainkan juga oleh manfaat yang dapat diberikan melalui pekerjaan dan perilakunya. Sekecil apa pun tugas yang dilaksanakan, apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan memberikan dampak positif, maka hal tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian kepada institusi.
Menjadi ASN yang Hadir dan Memberi Manfaat
Menutup amanatnya, Dr.Ikhwanuddin mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan keteladanan sebagai bagian dari komitmen pribadi dan budaya organisasi. Setiap ASN hendaknya terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kerja, menjaga sikap, serta memastikan bahwa keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi orang lain.
Menurutnya, bekerja di sebuah institusi bukan sekadar memenuhi kewajiban formal, melainkan juga menjalankan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap tugas perlu dilaksanakan dengan kesungguhan, kejujuran, dan kesadaran bahwa hasil pekerjaan akan memberikan dampak bagi kemajuan lembaga dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui amanat apel pagi tersebut, seluruh ASN UIN Syahada diharapkan semakin memahami bahwa keteladanan sejati lahir dari keselarasan antara perkataan, sikap, dan tindakan. Seorang ASN yang baik bukan hanya mereka yang tertib secara administratif, tetapi juga mereka yang mampu menunjukkan karakter terpuji, bekerja secara profesional, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Dengan semangat tersebut, apel pagi tidak hanya menjadi rutinitas kedinasan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran, memperbaiki kualitas pengabdian, dan meneguhkan komitmen bersama dalam membangun UIN Syahada Padangsidimpuan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.(mr)