FILOSOFIS HADIRNYA CROWDFUNDING DI INDONESIA

Crowdfunding merupakan kegiatan praktik mendanai usaha dengan mengumpulkan uang dalam jumlah kecil dari sejumlah besar orang yang pada umumnya dilakukan melalui jejaring social. Crowdfunding dilakukan sebagai sebuah metode baru penggalangan dana melalui internet dimana individu meminta bantuan untuk proyeknya melalui website khusus crowdfunding. Karakteristik utama dari crowdfunding adalah banyak orang memberikan dukungan finansial (umumnya bernominal kecil) untuk suatu proyek melalui website. Crowdfunding berjalan dalam waktu terbatas dari beberapa hari sampai beberapa minggu, dan berusaha untuk memenuhi target pendanaan sebelum batas akhir waktu.
Dr. Putra Halomoan Hsb, SH,. MH.
Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum
IAIN Padangsidimpuan
Michael Sullivan mengkonsepkan crowdfunding sebagai mekanisme pendanaan berdasarkan timbal-balik (reciprocity), transparansi, kepentingan bersama (shared-interest) dan, di atas semuanya, berasal dari khalayak masyarakat. Dalam definisi praktis, Canada Media Fund mendefinisikan crowdfunding sebagai proses penggalangan dana dengan mengumpulkan kontribusi kecil dari masyarakat umum (yaitucrowd ) menggunakan internet dan media sosial.
Sedikit mengupas tentang sejarah Crowdfunding negara pemerakarsanya yakni Amerika Serikat. Kenyataannya negara Amerika Serikat menganut sistem ekonomi liberal yakni suatu bentuk sistem ekonomi yang memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada setiap individu dalam kegiatan perekonomian untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, segala keputusan dalam perekonomian ditentukan oleh semua individu, bukan pemerintah atau suatu lembaga atau organisasi, ternyata dalam penelusuran penulis telah sekian lama melakukan kegiatan Crowdfunding, adapun diantaranya : project penulisan buku puisi oleh Alexander Pope di tahun 1713 lalu berlanjut kepada pembangunan patung Liberty di Amerika, yang dilakukan oleh warga setempat di tahun 1980an, sampai pada akhirnya praktek crowdfunding dilakukan secara modern dengan menggunakan internet. Negara-negara Barat Crowdfunding berbasis internet ini bermula dengan Artist Share di tahun 1997 untuk pembiayaan konser British Rock Band Marillion. Dengan dukungan capital dari fans, Band asal British ini berhasil mengadakan konser US tour pertama mereka.