Ujian PMB Lokal UIN Syahada Padangsidimpuan Terapkan CBT sebagai Implementasi Digitalisasi Kampus
Padangsidimpuan, 20 Juli 2026. Pelaksanaan Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Lokal UIN Syahada Padangsidimpuan tahun 2026 tidak sekadar menjadi pintu masuk bagi ratusan calon mahasiswa, tetapi juga menandai semakin kuatnya transformasi digital dalam layanan akademik. Hal itu ditandai dengan penerapan Computer Based Test (CBT) pada pelaksanaan Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Lokal Tahun Akademik 2026/2027 yang dimulai, Senin hingga Selasa (20-21/7/2026), di Laboratorium Komputer UIN Syahada Padangsidimpuan. Sebanyak lebih dari 200 calon mahasiswa mengikuti Ujian PMB Lokal berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Tim Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) secara mandiri sebagai implementasi digitalisasi kampus sesuai arahan Rektor sebagaimana diungkapkan oleh kepala TIPD Candra Adi Putra, S.Kom.
Sebelum ujian dimulai, jajaran pimpinan UIN Syahada Padangsidimpuan memimpin apel bersama panitia, pengawas ujian, dan tim teknologi informasi. Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta PMB Lokal sekaligus mengingatkan agar mengikuti ujian dengan jujur, disiplin, dan mematuhi seluruh tata tertib yang telah ditetapkan. “Selamat datang di UIN Syahada Padangsidimpuan. Kepada adik-adik calon mahasiswa agar mengikuti ujian ini dengan baik dan sesuai aturan yang telah ada,” ujarnya. Mengakhiri sambutannya, ia membuka kegiatan Ujian PMB Lokal dengan resmi dan mendoakan semoga para peserta memperoleh hasil terbaik.









Paparan teknis juga disampaikan oleh Kepala TIPD UIN Syahada Padangsidimpuan, Candra Adi Putra, S.Kom., ia menjelaskan, sebanyak 200 lebih calon mahasiswa mendaftar pada jalur PMB Lokal. Pada hari pertama, ujian dilaksanakan dalam tiga sesi dengan menggunakan tiga ruang laboratorium komputer. Setiap sesi diikuti 60 peserta, dengan masing-masing ruang berkapasitas 20 orang. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB, sesi kedua pukul 10.30–12.30 WIB, dan sesi ketiga pukul 14.00–16.00 WIB.
Usai apel pembukaan Ujian, para pengawas dan pelaksana melakukan tugas untuk menverifikasi data peserta dan mempersilahkan peserta memasuki ruangan ujian dengan tertib. Selang beberapa saat kemudian para pimpinan melakukan peninjauan langsung ke ruang-ruang ujian untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan lancar. Pemantauan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Darwis Harahap, S.H.I., M.Si., bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN Syahada dalam menjaga kualitas, transparansi, dan kredibilitas proses penerimaan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag., Kepala Biro Ali Murni, S.Ag., M.A.P., Kasubbag Akademik Anni Suaidah Nasution, S.Ag., Kepala TIPD Candra Adi Putra, S.Kom., serta para pengawas ujian dan pengawas IT.
Selain dari prosesi ujian tersebut Kepala TIPD Candra Adi Putra, S.Kom juga menjelaskan secara terpisah bahwa sistem CBT yang digunakan merupakan hasil pengembangan mandiri Tim TIPD dan terus disempurnakan selama dua tahun terakhir. Sistem tersebut memungkinkan pengelolaan bank soal, pengaturan waktu ujian, identitas peserta, hingga penyajian soal yang dapat memuat gambar. Seluruh soal disajikan dalam bentuk pilihan ganda dengan proses penilaian dilakukan secara otomatis sehingga pelaksanaan seleksi menjadi lebih efektif, akurat, dan transparan.
Penerapan sistem CBT ini merupakan bagian dari komitmen UIN Syahada Padangsidimpuan dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan kampus. Sesuai arahan Rektor, TIPD terus mengembangkan layanan berbasis teknologi, tidak hanya pada pelaksanaan ujian masuk, tetapi juga pada proses penerimaan mahasiswa baru, pembayaran, dan daftar ulang secara digital. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan akademik yang modern, efisien, serta memenuhi standar nasional.