UIN Syahada Teguhkan Komitmen Tata Kelola Beasiswa Indonesia Bangkit di Forum Rakor PUSPENMA Kemenag RI

Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan tata kelola program beasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti Rapat Koordinasi Beasiswa Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) bersama Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 September 2026, di Hotel Orchadz Kemayoran, Jakarta, ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta. Peserta terdiri atas 74 Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN), Perguruan Tinggi Umum (PTU), serta pengelola beasiswa, bersama 36 unsur PUSPENMA.

UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag.

Rapat Koordinasi Beasiswa Perguruan Tinggi Penyelenggara tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Phil. Kamaruddin Amin, Ph.D. Dalam sambutannya, Sekjen Kemenag menegaskan pentingnya Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) sebagai program beasiswa penuh hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Program BIB memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk mengembangkan kapasitas akademik, karier, pengalaman, dan jejaring melalui program pendidikan bergelar maupun non-gelar, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui program tersebut, pemerintah berkomitmen mempersiapkan calon pemimpin, pendidik, dan tenaga profesional masa depan yang memiliki daya saing tinggi, tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional.

“Beasiswa Indonesia Bangkit terus diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, sekaligus mendorong inovasi demi terwujudnya Indonesia yang rukun, harmonis, dan sejahtera,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pelaksanaan rapat koordinasi tersebut.

Selain mendapatkan arahan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, para peserta juga memperoleh masukan kebijakan dari Kepala PUSPENMA, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., serta unsur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kepala PUSPENMA menekankan agar seluruh Perguruan Tinggi Penyelenggara dapat mengelola program beasiswa secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

UIN Syahada Sampaikan Perkembangan Awardee BIB

Dalam forum koordinasi tersebut, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag., turut menyampaikan laporan perkembangan penerima Beasiswa Indonesia Bangkit di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2022, UIN Syahada Padangsidimpuan memperoleh 21 mahasiswa baru sebagai awardee Beasiswa Indonesia Bangkit. Selanjutnya, pada tahun 2023 terdapat satu orang mahasiswa yang menjadi penerima BIB. Namun, pada tahun-tahun berikutnya belum terdapat mahasiswa UIN Syahada yang menerima beasiswa tersebut.

Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi berkaitan dengan waktu pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit yang berlangsung pada 1 April hingga 31 Mei 2026. Pada periode tersebut, calon mahasiswa baru belum memasuki tahapan penerimaan dan perkuliahan di UIN Syahada Padangsidimpuan.

Melalui dialog bersama pihak PUSPENMA dalam forum tersebut, UIN Syahada memperoleh masukan agar sosialisasi program Beasiswa Indonesia Bangkit dapat dilakukan lebih awal kepada para siswa potensial di tingkat MAN, MAS, dan SLTA yang berencana melanjutkan pendidikan ke UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses informasi yang lebih luas kepada calon mahasiswa serta meningkatkan peluang generasi muda untuk memanfaatkan program beasiswa strategis yang disediakan oleh Kementerian Agama dan LPDP.

Perkuat Kolaborasi dan Tata Kelola Beasiswa

Rapat koordinasi PTP Beasiswa Indonesia Bangkit Tahun Anggaran 2026 berlangsung dengan baik, kondusif, dan produktif. Berbagai agenda dibahas secara komprehensif, mulai dari penyelenggaraan beasiswa, manajemen dan tata kelola, hingga rekonsiliasi penyaluran keuangan BIB.

Forum tersebut juga menegaskan keseriusan seluruh Perguruan Tinggi Penyelenggara dalam mendukung pelaksanaan Beasiswa Indonesia Bangkit sebagai salah satu ikhtiar strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam paparan yang disampaikan para narasumber, BIB ditegaskan sebagai program kolaboratif antara Kementerian Agama dan LPDP dengan memanfaatkan dana abadi pendidikan untuk mendukung pembiayaan pendidikan jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.

Program tersebut dipandang memiliki posisi strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui penguatan kolaborasi antara PUSPENMA, LPDP, dan Perguruan Tinggi Penyelenggara, BIB diharapkan mampu mendukung terwujudnya sejumlah tujuan besar, di antaranya menjadikan Indonesia sebagai destinasi pendidikan Islam dunia, mencetak tenaga profesional yang memiliki kepekaan sosial, serta melahirkan para pemimpin masa depan Indonesia.

Dalam bisnis proses layanan BIB, terdapat tiga institusi utama yang terlibat, yakni Kementerian Agama, LPDP, dan Perguruan Tinggi Penyelenggara. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang saling terhubung untuk memastikan kualitas layanan kepada para penerima beasiswa.

Keterlibatan tersebut dimulai sejak tahap sosialisasi, pelaksanaan seleksi, penyelenggaraan program, monitoring dan evaluasi, hingga pemanfaatan alumni penerima beasiswa.

Dorong Sosialisasi dan Layanan Satu Pintu

Sebagai bagian dari hasil rapat koordinasi, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat layanan Beasiswa Indonesia Bangkit ke depan.

Perguruan Tinggi Penyelenggara diharapkan dapat menunjuk tim pengelola BIB pada masing-masing perguruan tinggi agar layanan beasiswa dapat dikelola melalui sistem satu pintu. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan layanan yang lebih efektif, efisien, profesional, dan terkoordinasi.

PUSPENMA juga akan terus melakukan koordinasi dengan para pengelola BIB di seluruh Indonesia, termasuk pelaksanaan rekonsiliasi program dan anggaran beasiswa secara berkala.

Selain itu, seluruh PTP didorong untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan sosialisasi BIB secara lebih masif kepada masyarakat, terutama kepada calon mahasiswa potensial. Perguruan tinggi juga diharapkan dapat menghadirkan berbagai inovasi layanan beasiswa, termasuk pengembangan program double degree, dual degree, akselerasi, penguatan program studi tertentu, hingga pengembangan segmen layanan bagi calon awardee dengan kompetensi khusus seperti tahfiz Al-Qur’an, tahfiz hadis, dan ilmu falak.

Dalam forum tersebut juga ditekankan pentingnya pendampingan aktif kepada para awardee agar proses studi, layanan akademik, dan administrasi keuangan dapat berjalan dengan baik.

Perguruan tinggi diharapkan tetap memberikan jaminan keberlangsungan studi kepada penerima beasiswa apabila terjadi keterlambatan penyaluran pembiayaan SPP, UKT, atau tuition fee. Dalam kondisi tersebut, PUSPENMA akan memberikan surat tunda bayar sebagai bagian dari upaya menjamin keberlanjutan pendidikan para penerima Beasiswa Indonesia Bangkit.

Melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Beasiswa Perguruan Tinggi Penyelenggara ini, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan memperkuat komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola layanan beasiswa serta memperluas sosialisasi program BIB kepada calon mahasiswa potensial.

Ke depan, UIN Syahada Padangsidimpuan diharapkan dapat semakin aktif membangun koordinasi dan kolaborasi dengan PUSPENMA, LPDP, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, sehingga program Beasiswa Indonesia Bangkit dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa dan mendukung lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.