Deklarasi Gerakan WAHANA: UIN Syahada Padangsidimpuan Wujudkan Green Kampus Lewat Penanaman 1.000 Pohon

Padangsidimpuan, 26 Oktober 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menggelar Deklarasi Gerakan WAHANA (Waqaf Hijau Nusantara) sebagai bentuk implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kegiatan Penanaman 1.000 Pohon bertema “Menanam Satu Pohon, Menanam Harapan untuk Kehidupan”, bertempat di lingkungan kampus UIN Syahada Padangsidimpuan, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata UIN Syahada dalam mendukung gerakan nasional pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syahada, Prof. Dr. H. Arbanur Rasyid, M.A, yang menyampaikan bahwa pihaknya telah merencanakan penanaman pohon di 100 titik di sekitar kampus.

“Prosesi penanaman pohon hari ini merupakan titik awal dari penanaman 1.000 pohon di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan. Gerakan ini tidak hanya simbolik, tetapi juga bentuk kesadaran ekologis yang harus tumbuh dalam diri civitas akademika,” ujar Prof. Arbanur Rasyid dalam sambutannya.

Selanjutnya, perwakilan dari PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE) PLTA Batangtoru, Bapak Sholeh Ritonga, S.H., turut memberikan sambutan dan apresiasi terhadap inisiatif UIN Syahada. Ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam, hutan, dan satwa untuk menjamin keberlangsungan kehidupan.

“Hutan dan satwa adalah bagian dari ekosistem yang harus dijaga bersama. Upaya seperti yang dilakukan UIN Syahada ini sejalan dengan semangat keberlanjutan yang menjadi tanggung jawab moral kita semua,” ungkapnya.

Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa gerakan WAHANA merupakan bentuk nyata dari implementasi Ekoteologi, sebagaimana pesan Al-Qur’an yang menegaskan larangan melakukan kerusakan di bumi.

“Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 56 agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Prinsip Ekoteologi ini sejalan dengan konsep Theoantropoekosentris, yaitu hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam,” tutur Prof. Darwis.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UIN Syahada Padangsidimpuan berkomitmen menjadi Green Kampus, sebagai wujud integrasi nilai-nilai keislaman dengan kesadaran ekologis.

“Gerakan ini adalah manifestasi dari tekad kita untuk menjadikan kampus UIN Syahada sebagai kampus hijau, teladan dalam menjaga lingkungan, dan pusat pembelajaran yang berkelanjutan dari segala aspek,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Dr. Muhammad Latip Kahpi, M.Kom.I, selaku Kepala Pusat Pengkajian Islam dan Moderasi Beragama, turut berperan besar dalam kesuksesan pelaksanaan kegiatan tersebut. Beliau aktif mengoordinasikan sinergi antara LPPM, civitas akademika, dan mitra eksternal sehingga deklarasi dan penanaman pohon berjalan lancar dan penuh makna.

Deklarasi Gerakan WAHANA diakhiri dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Rektor, pimpinan lembaga, dosen, mahasiswa, dan perwakilan mitra industri. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat sekitar untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama menjaga bumi.