UIN Syahada Gerakkan Aksi Peduli: Bantuan Kemanusiaan Digulirkan untuk Korban Bencana di Tabagsel.

Padangsidimpuan, 29 November 2025- Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh akibat fenomena alam siklon tropis Senyar, telah menimbulkan dampak yang sangat besar bagi ribuan warga. Kondisi termasuk di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara, di mana derasnya arus air dan longsoran material merusak permukiman, jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya.

Peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga terdampak. Banyak warga yang kini terpaksa mengungsi, menghadapi keterbatasan fasilitas, dan berjuang bertahan hidup di tengah kondisi darurat yang penuh tantangan.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian bersama, sekaligus menegaskan kebutuhan akan bantuan cepat dan aksi nyata dari berbagai pihak untuk meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak.

Di Tapanuli Bagian Selatan, sejumlah desa terdampak mengalami kerusakan parah. Warga yang selamat terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi penampungan darurat setelah rumah mereka terendam dan terseret arus. Hingga kini, kondisi pengungsi masih memprihatinkan. Mereka membutuhkan bantuan mendesak berupa makanan, air bersih, pakaian, obat-obatan, serta fasilitas sanitasi yang memadai.

Tim SAR, relawan, dan aparat pemerintah terus berupaya melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan. Namun, akses menuju beberapa daerah terdampak masih terhambat akibat jalan rusak dan tertutup material longsor.

UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, sebagai mercusuar peradaban dan pusat pendidikan tinggi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara, tidak tinggal diam menyikapi bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa masyarakat. Mengemban amanah tridharma perguruan tinggi, kampus ini mengambil peran aktif dalam aksi kepedulian sosial sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai institusi yang dekat dengan denyut kehidupan masyarakat di sekitarnya, UIN Syahada Padangsidimpuan segera menggerakkan sivitas akademika mulai dari mahasiswa, dosen, hingga keluarga besar kampus untuk berkolaborasi mengumpulkan bantuan dan menyalurkannya kepada warga terdampak. Semangat gotong royong dan kepekaan sosial menjadi fondasi utama gerakan kemanusiaan ini.

Inisiasi kepedulian sosial ini diwujudkan melalui pembentukan Tim Pengumpul Bantuan Peduli Bencana UIN Syahada. Tim ini bergerak cepat mengoordinasikan pengumpulan berbagai jenis bantuan dari seluruh unsur kampus. Gerakan kemanusiaan tersebut mendapat sambutan hangat dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta para alumni yang tergerak untuk ikut ambil bagian.

Bantuan yang dikumpulkan tidak hanya berupa uang, tetapi juga berbagai kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan para korban bencana. Mulai dari pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, bahan penerangan seperti lampu darurat, hingga paket sembako untuk memenuhi kebutuhan harian para korban di tenda-tenda pengungsian.

Pada hari pertama pelaksanaan penggalangan bantuan, Rabu (26/11), mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengumpulkan sejumlah donasi berupa uang tunai dan pakaian layak pakai. Semangat kepedulian itu tidak berhenti pada proses pengumpulan saja.

Keesokan harinya, Kamis (27/11), bantuan tersebut langsung didistribusikan ke wilayah terdampak paling parah, tepatnya di Desa Hutagodang dan Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tim relawan bergerak menuju lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban yang sedang berjuang melewati masa sulit.

Pada hari-hari berikutnya, tepatnya Kamis hingga Jumat (27–28/11), kegiatan pengumpulan bantuan semakin terstruktur. UIN Syahada Padangsidimpuan secara resmi membuka Posko Penggalangan Bantuan Peduli Bencana, yang menjadi pusat koordinasi seluruh donasi dari sivitas akademika maupun masyarakat umum. Antusiasme para donatur kembali mengalir, menghasilkan tambahan bantuan berupa uang tunai, pakaian, perlengkapan ibadah, serta kebutuhan harian lainnya.

Setelah melalui proses pendataan dan pengemasan, seluruh bantuan tersebut segera disalurkan ke wilayah terdampak pada Sabtu (29/11). Penyaluran ini dilakukan oleh Tim Khusus Penyaluran Bantuan UIN Syahada di bawah koordinasi Dr. Putra Halomoan Hasibuan, MH (Dosen). Ia didampingi oleh anggota tim yang terdiri dari Muslimin Hutapea, M.Pd (Dosen), Alwi Fadli Trimala (Staf), serta para alumni: Roky Dharma, Sazli, dan Mhd. Akbar.

Dr. Putra Halomoan Hasibuan, MH, selaku Koordinator Tim Distribusi Bantuan, menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang berhasil dihimpun telah disalurkan kembali secara langsung kepada warga terdampak bencana di Desa Garoga dan Desa Hutagodang, Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia menjelaskan bahwa penyaluran kali kedua ini dilakukan dengan memastikan setiap bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan, terutama mereka yang berada di kawasan yang mengalami kerusakan terparah.

Atas nama rektor, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Anhar, MA menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas inisiatif dan kepedulian keluarga besar UIN Syahada Padangsidimpuan dalam melaksanakan amal jariyah melalui penggalangan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Menurut beliau, gerakan kemanusiaan seperti ini bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga cerminan nyata dari jati diri sebuah lembaga pendidikan tinggi Islam yang senantiasa hadir bagi masyarakat.

Dr. Anhar menegaskan bahwa inilah momentum yang sesungguhnya dinantikan masyarakat kehadiran kampus yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menunjukkan kepekaan sosial terhadap persoalan yang dihadapi lingkungan di sekitarnya. “UIN Syahada telah menjalankan peran itu dengan sangat baik. Ini menunjukkan bahwa kita bukan sekadar institusi akademik, tetapi juga bagian dari masyarakat yang siap berbagi dan membantu saat dibutuhkan,” ujarnya. (mr)