Strategi Pengembangan KurikulumPendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural
Kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural secara substansi harus mengandung muatan-muatan sebagai berikut:
Pertama: materi Pendidikan Agama Islam harus mengandung:Ajaran tentang kasih sayang, ajaran tentang persaudaraan, ajaran tentang perdamaian, Ajaran tentang maslahat.
Kedua: dari segi pendekatan dalam pembahasan, materi PAI berbasis multikultural harus memuat hal berikut: untuk menanamkan kesadaran spiritual PAI berbasis multikultural tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis.
Ketiga : materi kurikulum PAI multikultural seharusnya mengandung hal-hal berikut:Pemahaman bahwa manusia itu beragam, setiap manusia harus terampil hidup bersama dalam kultur yang beragam itu.Materi yang menjadikan siswa mampu hidup bersama dalam perbedaan.Materi PAI yang mendorong siswa memiliki sikap mempercayai orang lain, tidak mencurigai, dan tidak berprasangka buruk.Materi PAI yang menjadikan siswa menghargai orang lain dan materi PAI yang mendorong siswa menjadi pribadi yang pemaaf . ( Harto, 2012, 100)
Penekanan pengajaran pendidikan multikultural harus diorientasikan pada pembangunan moral (moral building)peserta didik. Oleh karena itu seorang pendidik meski bisa menjadi uswatun hasanah, teladan moral yang baik bagi peserta didiknya.
Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural diharapkan melahirkan peradaban yang bersifat toleransi, demokrasi, kebaikan, tolong-menolong, tenggang rasa, keadilan, keindahan, keharmonisan, dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya.
Penutup
Multikulturalisme merupakan sunnatullah yang tidak dapat ditolak bagi setiap negara dan bangsa di dunia ini. Memahami multikulturalisme sebagai pesan Tuhan, menjadikan penegakannya merupakan bagian dari pengabdian kepada Tuhan dan kemanusiaan. Hal ini berimplikasi kepada strategi pengembangan pendidikan agama Islam berbasis multikultural.
Kerangka dasar dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam berbasis multikultural adalah Tauhid. Dengan Ketauhidan dapat diwujudkan tata dunia yang harmonis Penekanan pengajaran pendidikan multikultural harus diorientasikan pada pembangunan moral (moral building) peserta didik, dan seorang pendidik meski bisa menjadi uswatun hasanah bagi peserta didik.