Siapa Pelaku Dakwah

Dr. Sholeh Fikri, M.Ag

Penjelasan tentang perlunya dakwah pada tulisan yang terdahulu menginspirasi penulis untuk terus istiqomah menulis tentang tema sekitaran dakwah juga. Pada tulisan ini penulis akan fokus kepada siapa pelaku dakwah. Dalam literatur ilmu dakwah disebutkan bahwa pelaku dakwah disebut dengan da’I, yang merupakan isim fa’il dari asal kata da’a-yad’u.

Kata-kata da’wah دعا- يدعو-دعوة dalam salah satu buku Filsafat Dakwah yang ditulis Oleh Prof. Salmadanis dijelaskan bahwa asal kata dakwah itu dari da’awa, hurufnya dal, ‘ain dan wawu; yang arti da’awa itu mengajak, berdakwah. Tapi jika hurufnya dibalik menjadi ‘adawa; artinya bermusuhan dan jika dibalik lagi menjadi bunyi wa’ada, artinya berjanji.Pembalikan huruf yang ada pada kata-kata dakwah itu memiliki multi makna dan mengandung multi dimensi dalam hubungan antara pelaku dan penerima dakwah.

Penulis akan memulai dari kata wa’ada yang bermakna berjanji, di sini seorang pelaku dakwah melakukan janji dengan manusia dan juga melakukan janji dengan sang pencipta. Janji dengan manusia dalam bentuk materi atau ilmu yang disampaikan kepada orang lain haruslah benar dan dapat dipertanggung jawabkan, ada literatur yang menjadi rujukan dan pegangannya, jangan asal menyampaikan materi ilmu jika tidak jelas rujukannya, maknanya seorang pelaku dakwah harus memiliki persiapan ilmu yang benar untuk melakukan dakwah.