Rektor dan Rombongan Telah Tiba di Padangsidimpuan dengan Selamat, Disambut Haru oleh Keluarga Besar UIN Syahada Padangsidimpuan
Padangsidimpuan, 4 Desember 2025 – Kabar gembira kembali menyelimuti keluarga besar UIN Syahada Padangsidimpuan. Setelah sebelumnya dilaporkan sempat hilang kontak selama empat hari di Kota Langsa, Aceh, akibat banjir bandang besar yang melanda wilayah tersebut, kini Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan beserta rombongan akhirnya tiba di Padangsidimpuan dengan selamat.
Sebelumnya, rombongan Rektor dilaporkan hilang kontak sejak memasuki wilayah terdampak banjir bandang besar di Aceh. Jaringan komunikasi yang lumpuh membuat keberadaan rombongan tidak diketahui selama empat hari, menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan kampus maupun keluarga. Selama masa tersebut, beragam doa dipanjatkan oleh civitas akademika, alumni, hingga masyarakat luas. Berita terbaru yang dirilis pada 3 Desember 2025 mengonfirmasi bahwa rombongan akhirnya berhasil terhubungi dan seluruhnya berada dalam kondisi selamat. Kepastian itu membawa kelegaan besar, namun kepulangan fisik rombongan tetap ditunggu-tunggu dengan penuh harap.
Pada Kamis malam, 4 Desember 2025, rombongan Rektor tiba dengan selamat di Padangsidimpuan. Sejak selesai Magrib, tokoh masyarakat, alumni UIN Syahada Padangsidimpuan, civitas akademika, serta keluarga telah berkumpul di kediaman Rektor di Kelurahan Sadabuan. Mereka datang secara sukarela begitu kabar kepulangan tersebar. Suasana haru dan bahagia menyelimuti penyambutan tersebut. Saat mobil rombongan memasuki halaman, suasana langsung berubah haru. Tangis bahagia pecah, saling berpelukan, dan ucapan syukur menggema dari para hadirin yang menjemput. Banyak yang tidak mampu menahan air mata setelah beberapa hari dihantui ketidakpastian dan kekhawatiran.






Sebagai ungkapan syukur atas keselamatan Rektor dan rombongan, pihak keluarga telah menyiapkan upacara adat upa-upa, tradisi luhur masyarakat Tapanuli. Tradisi ini diberikan kepada seseorang yang telah selamat dari bencana atau kejadian penuh risiko, sebagai bentuk penghormatan, penguatan batin, dan kasih sayang.
“Upa-upa ini merupakan filosofi adat Tapanuli yang sarat makna. Ia bukan hanya penyambutan rektor dan rombongan saja, tetapi simbol doa, perlindungan, dan tanda kasih atas keselamatan seseorang setelah melalui musibah, Rangkaian adat adalah jamuan makan bersama sebagai bagian dari tradisi adat yang merefleksikan kebersamaan dan penguatan hubungan kekeluargaan setelah melewati masa sulit.” jelas Ratonggi, Kepala Bagian Umum dan Akademik UIN Syahada Padangsidimpuan yang hadir langsung dalam acara tersebut.



Dalam pesan secara terpisah dengan Humas UIN Syahada Padangsidimpuan, Rektor menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak dengan perhatian luar biasa selama situasi darurat tersebut.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak civitas akademika, alumni, masyarakat, dan keluarga yang tidak berhenti mendoakan kami. Mohon maaf karena situasi ini sempat membuat banyak pihak cemas. Alhamdulillah, Allah memberikan perlindungan kepada kami semua, anggota rombongan, termasuk Wakil Rektor, ibu-ibu DWP UIN Syahada, pegawai, serta driver, berada dalam kondisi sehat, aman, dan telah berkumpul bersama keluarga masing-masing” ujar Rektor dengan penuh haru.
Kepulangan Rektor dan rombongan menjadi penutup dari masa penuh kecemasan yang melanda keluarga besar UIN Syahada dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya kehati-hatian dalam perjalanan dinas, tingginya solidaritas civitas akademika, dan kekuatan doa dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan kepada seluruh pimpinan, sivitas akademika, serta keluarga besar UIN Syahada Padangsidimpuan.