Rektor Beri Penghargaan kepada 82 ASN dan Mahasiswa pada Momen HAB Kemenag RI ke 77

Selasa, 3/2/2023. Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan memberikan penghargaan kepada 82 ASN dan Mahasiswa dalam upacara memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI yang ke 77 di Lapangan Biro Rektorat, Selasa, 3 Januari 2023. Penerima penghargaan tersebut adalah terdiri 7 ASN dosen berprestasi, 1 Penulis karya ilmiah terbanyak, 1 dosen pemilik HAKI terbanyak, 7 dosen favorit, 1 dosen penulis buku terbanyak dan juga ada 6 pegawai favorit serta masing-masing 1 orang dari securuty dan cleaning service.

Adapun kategori penghargaan untuk mahasiswa ada 56 mahasiswa yang memiliki prestasi sepanjang tahun 2022. Prestasi yang diraih mahasiswa pun beragam terdiri prestasi mahasiswa tingkat kabupaten, regional, nasional dan prestasi di tingkat nasional, serta ada penilaian dari panitia tentang ASN dengan pakaian adat nusantara terbaik yang ikut serta diberikan penghargaan.

Rektor bersama dengan para unsur pimpinan, yang terdiri dari ketua Senat UIN Syahada, para Wakil Rektor, para Dekan, dan Kepala Biro secara bersama-sama memberikan penghargaan kepada para mahasiswa, pengawai dan dosen di lapangan biro rektorat.

“Penghargaan ini merupakan bagian integritas, dedikasi dan motivasi bagi para mahasiswa dan dosen agar terus berkarya sekaligus merupakan amanah dari Kementerian Agama untuk memberikan penghargaan bagi yang berprestasi di momentum Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke 77 ini. Semoga kedepannya pemberian penghargaan ini menjadi motivasi dalam memacu semangat untuk bagi kita semua untuk terus bekerja dengan giat.” terang rektor secara terpisah.

Baca juga : Upacara Hari Amal Bhakti ke-77 Kemenag RI di UIN Syahada Padangsidimpuan

Perayaan HAB Kemenag RI ke 77 tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, para peserta memakai pakaian adat daerah ataun pakaian adat nusantara sesuai dengan ciri khas masing-masing. Rektor sebagai pembina upacara memakai pakaian adat khas adat Tapanuli Selatan, beberapa unsur pimpinan ada yang memakai pakaian adat khas Minang, ada pakaian adat khas Melayu, Jawa, Madura, dan ada juga yang memakai pakaian adat Khas Bali serta berbagai pakaian adat lainnya. Terlihat bahwa momentum perayaan dengan pakaian adat dari Nusantara ini menjadi icon kebinekaan yang beragam dalam rangka untuk membangun kerukunan umat di Indonesia.

“Pakaian adat dari nusantara dalam rangka merayakan HAB Kemenag tahun ini dilaksanakan adalah untuk memperkuat kerukunan umat, tentunya dengan momen ini Kementerian agama dan seluruh PTKIN yang merayakan ingin menujukkan pada kita semua bahwa perbedaan itu bukanlah sesuai yang harus kita pertentangkan justru perbedaan itu harus dirawat dalam kebinekaan. Kita tentu sangat gembira bisa menampilkan itu,” pungkas Sub Koordinator Humas dan Informasi, Ratonggi.