Rapat Kerja Penjadwalan UIN Syahada Padangsidimpuan 2025: Menyusun Strategi Pendidikan Islam Berkelanjutan

Medan, 6-9 Februari 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Syahada Padangsidimpuan menggelar Rapat Kerja Penjadwalan Tahun 2025 yang dihadiri oleh segenap jajaran pimpinan, dosen, serta staf akademik dan perwakilan sema dan dema. Rapat ini menjadi forum penting dalam mengevaluasi program kerja tahun 2024 dan merumuskan langkah strategis serta penjadwalan kegiatan pendidikan di tahun mendatang.

Sebelum dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag., acara dimulai dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Wakil Ketua Panitia Rapat Kerja, Nasrul Halim Hasibuan, M.A.P. Dalam laporannya, Wakil Ketua Panitia menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, termasuk fokus pada evaluasi program kerja 2024 dan persiapan untuk tahun 2025. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pihak dalam merencanakan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di masa depan.

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, kita berkumpul untuk memastikan bahwa setiap langkah yang telah kita rencanakan dapat terlaksana dengan baik dan berdampak positif bagi kemajuan institusi kita,” ujar Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, dalam sambutannya.

Rektor menekankan pentingnya eksekusi yang bersih dan responsif dalam implementasi setiap program kerja yang telah direncanakan. Ia menyoroti bahwa perencanaan yang matang saja tidak cukup tanpa adanya implementasi yang sistematis dan efisien. “Setiap program harus berjalan sesuai jadwal dan anggaran harus dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

Selain itu, Rapat Kerja kali ini juga membahas tiga isu strategis yang akan menjadi fokus utama dalam pengembangan pendidikan Islam di masa depan: lingkungan, toleransi, dan nasionalisme.

Mengintegrasikan Isu Lingkungan dalam Pendidikan Islam

Rektor menyatakan bahwa sebagai lembaga pendidikan Islam, UIN Syahada Padangsidimpuan memiliki tanggung jawab moral dalam mengatasi tantangan lingkungan. “Kami telah memasuki kategori Green Campus, namun ini bukan sekadar pencapaian administratif. Ini adalah komitmen yang harus kita perkuat,” jelasnya. Ia juga berharap nilai-nilai kelestarian alam dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan Islam, menjadikan pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sesuai dengan prinsip teoantropoekosentris.

Membangun Toleransi Melalui Pendidikan Moderasi Beragama

Isu kedua yang dibahas adalah pentingnya pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama. Rektor mengusulkan penerapan “Kurikulum Cinta” yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan pendekatan ini, pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.

Menanamkan Nasionalisme Melalui Pendidikan Sejarah dan Budaya Lokal

Rektor juga menyoroti pentingnya memperkuat nasionalisme di kalangan generasi muda melalui pendidikan sejarah, penguatan budaya lokal, dan penghayatan nilai-nilai Pancasila. “Nasionalisme bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi bagian dari setiap kebijakan pendidikan yang kita terapkan,” tegasnya.

Tantangan dan Harapan untuk Pendidikan Keagamaan

Pendidikan Islam dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya adalah ketidaksesuaian antara pengetahuan agama dengan semangat keberagamaan. Rektor mengungkapkan perlunya riset mendalam untuk menjembatani kesenjangan ini dan mengintegrasikan praktik langsung yang melibatkan kehidupan sosial dan lingkungan dalam proses pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Visi “Maju dan Hebat” sebagai Landasan Pengelolaan Pendidikan

Sebagai penutup, Rektor mengingatkan kembali visi besar pendidikan Islam di UIN Syahada Padangsidimpuan, yaitu “MAJU dan HEBAT.” Visi ini mengedepankan prinsip Melayani, Amanah, Juara, Unggul, serta Helpfull, Excellent, Brave, Authentic, dan Think, yang harus menjadi pijakan dalam setiap langkah untuk kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

Melalui Rapat Kerja ini, UIN Syahada Padangsidimpuan berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan Islam yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki nilai keagamaan yang kuat serta kepedulian sosial yang tinggi. “Dengan perencanaan yang matang, eksekusi yang terarah, dan semangat kebersamaan, saya yakin kita dapat membawa UIN Syahada Padangsidimpuan menuju masa depan yang lebih gemilang,” tutupnya.

Rapat Kerja ini menjadi momentum penting bagi UIN Syahada Padangsidimpuan untuk menyusun strategi pendidikan yang lebih relevan dan berkelanjutan, serta mendukung kemajuan pendidikan Islam di tanah air.