Perkuat Komitmen Kampus Bersinar, Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Sambut Kunjungan Silaturahmi Kepala BNNK Tapsel Bersama Rombongan

Padangsidimpuan, 31 Maret 2026. Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali memperkokoh jejaring kemitraan strategisnya dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan. Pertemuan yang berlangsung khidmat di Ruang Rektorat pada Selasa 31 Maret 2026 menjadi momentum krusial untuk memperbarui komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan pendidikan. Fokus utama kunjungan ini adalah penguatan kerja sama yang telah terjalin lama, sekaligus menyelaraskan langkah strategis antara kebijakan kampus dengan program kerja pimpinan baru BNNK Tapanuli Selatan.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menyambut langsung kehadiran Kepala BNNK Tapanuli Selatan yang baru menjabat, Bapak Basten Simamora, S.H., M.H. Dalam penyambutan hangat tersebut, Rektor didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Kepala Biro AUAK, Ali Murni, S.Ag., M.A.P., Kabag UAPK, Ratonggi, S.Ag., M.A., serta Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag. Kehadiran para pejabat teras kampus ini menegaskan bahwa kerja sama dengan BNNK merupakan prioritas institusional yang didukung penuh oleh seluruh lini manajemen universitas.

Dalam diskusi koordinasi tersebut, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menekankan bahwa UIN Syahada memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga ribuan mahasiswanya dari ancaman narkotika. Beliau menyatakan bahwa kerja sama yang sudah ada sebelumnya harus ditingkatkan kualitasnya melalui aksi-aksi yang lebih nyata dan menyentuh akar rumput mahasiswa.

“Kami hadir di sini pertama-tama untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan diri sebagai Kepala BNNK yang baru. UIN Syahada adalah mitra penting bagi kami. Kami ingin memperkuat kembali kerja sama P4GN yang sudah terjalin selama ini. Harapan kami, koordinasi ini tidak hanya formalitas, tapi ada langkah konkret di lapangan untuk menjaga adik-adik mahasiswa kita dari bahaya narkoba.” ujar Basten Kepala BNNK.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BNNK Tapanuli Selatan, Basten Simamora, S.H., M.H., mengungkapkan apresiasinya atas keterbukaan dan dukungan konsisten dari UIN Syahada. Beliau menjelaskan bahwa sebagai pimpinan baru, memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan sebesar UIN Syahada adalah langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika). Basten berkomitmen untuk mengerahkan tim lengkapnya, mulai dari bagian pencegahan hingga rehabilitasi, guna mendampingi kampus dalam setiap program proteksi mahasiswa.

Merespons hal tersebut, Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menyatakan kesiapan kampus untuk terus menjadi benteng pertahanan moral bagi mahasiswa. Rektor juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif BNNK Tapanuli Selatan dalam menjalin kerja sama dengan pihak kampus. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga negara dalam menciptakan lingkungan kampus yang kondusif, sehat, dan bebas narkoba. “Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk membentengi mahasiswa dari pengaruh negatif narkoba dan membentuk generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut Rektor juga menyampaikan “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Basten di Bumi Angkola. Kerja sama UIN Syahada dan BNNK Tapsel bukanlah hal baru, namun hari ini kita perkuat kembali komitmennya. Mahasiswa kami adalah aset bangsa yang harus dijaga. Dengan koordinasi yang lebih teknis bersama Biro AUAK dan bagian kemahasiswaan, kita akan integrasikan nilai-nilai P4GN dalam berbagai kegiatan akademik agar visi ‘Kampus Bersinar’ (Bersih Narkoba) benar-benar terwujud secara nyata,” pungkas Rektor.

Diskusi mendalam dalam pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program-program yang telah berjalan sukses di periode sebelumnya. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan penajaman pada sektor pemberdayaan masyarakat kampus. Pertemuan tersebut juga membahas evaluasi teknis mengenai program sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan sivitas akademika. Pihak kampus melalui Kepala Biro, Ali Murni, S.Ag., M.A.P., dan menyatakan akan segera menindaklanjuti poin-poin koordinasi ini ke dalam agenda kerja kemahasiswaan yang lebih konkret.

Pertemuan strategis ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan Gedung Rektorat sebagai simbol soliditas kedua institusi. Dengan pose tangan mengepal yang melambangkan perlawanan terhadap narkoba, UIN Syahada dan BNNK Tapanuli Selatan resmi memulai babak baru kolaborasi yang lebih intensif. Melalui penguatan kerja sama ini, diharapkan UIN Syahada tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi rujukan nasional sebagai kampus yang aman, religius, dan sepenuhnya bebas dari pengaruh gelap narkotika.