Menguatkan Wacana Akademik Global, Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag Jadi Narasumber Seminar Internasional SEIBA IV
Padangsidimpuan, 08/07/2026 – Komitmen UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dalam memperkuat kajian akademik berbasis budaya dan keislaman kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Hal ini ditandai dengan diamanahkannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag, sebagai salah satu narasumber dalam Seminar Kebudayaan Internasional yang menjadi bagian dari rangkaian Seiba International Festival (SIF) IV di UIN Imam Bonjol Padang.
Seiba International Festival merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya Nusantara maupun mancanegara, tetapi juga menjadi ruang penguatan akademik melalui seminar internasional yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pemerhati budaya dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan seminar ini menghadirkan beberapa narasumber yang berasal dari Indonesia, Singapura, dan Kamboja yang mewakili berbagai perguruan tinggi dan institusi yang memiliki perhatian terhadap kajian budaya, masyarakat, dan nilai-nilai keislaman.
Kepercayaan yang diberikan kepada UIN Syahada melalui kehadiran Dr. Ikhwanuddin Harahap sebagai narasumber menjadi sebuah apresiasi sekaligus bukti bahwa kontribusi akademik sivitas kampus tersebut semakin diperhitungkan dalam forum ilmiah berskala internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ikhwanuddin Harahap mempresentasikan makalah berjudul “Tradisi Perkawinan Adat Batak Mandailing: Kontestasi Budaya dan Modernitas.” Melalui paparannya, ia mengulas secara komprehensif tipologi perkawinan dalam masyarakat Batak Mandailing yang selama ini sarat dengan nilai-nilai adat, kearifan lokal, serta filosofi kehidupan masyarakat Tapanuli Bagian Selatan.
Ia menjelaskan bahwa sistem perkawinan adat Batak Mandailing tidak sekadar menjadi prosesi seremonial, tetapi juga merupakan representasi identitas budaya yang mengandung nilai kekeluargaan, gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta tanggung jawab sosial. Namun demikian, arus modernisasi, globalisasi, dan perubahan pola kehidupan masyarakat telah membawa tantangan tersendiri terhadap keberlangsungan nilai-nilai tersebut.
Dalam presentasinya, Dr. Ikhwanuddin menekankan pentingnya upaya pelestarian budaya melalui pendekatan akademik dan pendidikan. Menurutnya, modernitas tidak harus diposisikan sebagai ancaman terhadap budaya lokal, melainkan perlu dihadapi dengan strategi yang mampu menjaga substansi nilai-nilai adat agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Seminar Kebudayaan Internasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia yang menjadi delegasi Seiba International Festival IV. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menciptakan ruang dialog ilmiah yang dinamis mengenai pelestarian budaya, identitas lokal, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam menghadapi tantangan global.
Selain narasumber dari Indonesia, seminar ini juga menghadirkan akademisi dari Singapura dan Kamboja yang menyampaikan berbagai perspektif mengenai hubungan antara budaya, masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pertemuan lintas negara tersebut memperkaya wawasan peserta sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional dalam bidang kajian budaya.
Partisipasi UIN Syahada dalam forum ilmiah internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi. Keterlibatan sebagai narasumber menunjukkan bahwa dosen dan akademisi UIN Syahada mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan, khususnya dalam kajian budaya lokal yang dikaitkan dengan nilai-nilai akademik dan keislaman.
Melalui keikutsertaan dalam Seiba International Festival IV, UIN Syahada semakin menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam berbagai forum akademik internasional, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian budaya, dan pembangunan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam.(mr)



