Menggali dan Menemukan Topik Penelitian Hukum

Tantangan terbesar mahasiswa yang mencari topik penelitian hukum dengan cara review literatur adalah dukungan softskill membaca secara kritis.Dengan skill membaca kritis tersebut, mahasiswa diharapkan tidak saja mampu memahami teks secara umum tetapi juga mampumenganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi makna teks baik yang tersurat maupun yang tersirat.
Dalam beberapa kasus yang dijumpai, mahasiswa yang tidak terbiasa membaca dengan kritis akan kesulitan menemukan cikal bakal topik penelitian yang diharapkan. Alih-alih menemukan cikal bakal topik penelitian, banyaknya asupan bacaan tersebut justru membuat mereka bertambah bingung bahkan mengalami stuck. Untuk mengatasi hal tersebut mahasiswa harus terus mengasah kemampuan untuk membaca secara kritis. Saran tindak yang dapat dilakukan adalah dengan membuat daftar list bacaan sederhana yang pada setiap kolomnya diisi point-point penting terkait literatur yang dibaca. Point-point penting yang dimaksud,yaitu:

  1. Judul artikel atau penelitian yang juga dapat ditambahkan nama penulis dan tahun publikasi
  2. Isu hukum yang dibahas. Pada bagian ini mahasiswa harus menemukan kesenjangan (GAP) sebagai sebab mengapa penelitian dilakukan.
  3. Rekomendasi riset. Sering kali pada bagian akhir sebuah penelitian memberikan rekomendasi berupa riset yang akan datang.
  4. Point of view. Merupakan sudut pandang penulis, seringkali bentuknya berupa argumen/ klaim dalam tulisan.

Tabel Literatur Review

No.Artikel jurnal/ PenelitianGAPRekomendasi risetPoint of view penulis
1    
2    
Tabel Literatur Review

Dengan membuat daftar point-point tersebut mahasiswa secara tidak langsung diarahkan untuk menemukan aspek yang membedakan karya tulis yang satu dengan yang lain. Pada akhirnya mahasiswa tersebut akan mendapatkan cikal bakal topik penelitian yang memiliki kebaruan (novelty) karna berbeda dari karya tulis ilmiah yang direviewnya.

  1. Menginventarisir putusan pengadilan

Selain dengan melakukan literatur review, topik penelitian hukum juga dapat ditemukan dengan cara menginventarisir putusan pengadilan. Tujuan menginventarisir putusan pengadilan adalah untuk menemukan kesenjangan das sollen dan das sein. Das sollen merupakan hukum yang seharusnya yang biasanya dinormakan dalam peraturan hukum yang bersifat umum (law in the books) sedangkan das sein merupakan hukum yang senyatanya (konkrit) yang umumnya dapat ditemukan dalam putusan pengadilan (law in action). Kesenjangan inilah yang akan menjadi cikal bakal topik penelitian hukum.

Cara mendapatkan putusanpengadilan cukup mudah. Saat ini putusan pengadilan dapat diakses dalam situs resmi direktori putusan Mahkamah Agung. Mahasiswa cukup mengunjungi alamat: https://putusan.mahkamahagung.go.id. Pada halaman web tersebut mahasiswa dapat mengunduh putusan perkara yang diinginkan.Untuk kemudahan akses, sudah tersedia berbagai pilihan kriteria mulai dari jenis perkara, tingkatan pengadilan sampai lokasi pengadilan.

Jika penelitiannya studi perbandingan, mahasiswa juga dapat memanfaatkan database Westlaw dan Lexisnexis berlangganan Perpustakaan Nasional dengan alamat:https://e-resources.perpusnas.go.id. Kedua database tersebut menyediakan ribuan kasus hukum yang sudah disertai ringkasan, analisis dan komentar dari para ahli. Tentu saja bahan hukum tersebut sangat bermanfaat untuk penelitian mahasiswa.

Mahasiswa akan mendapatkan topik penelitian yang menarik jika mampu menginventarisir beberapa putusan pengadilan yang mengandung legal reasoning hakim yang “unik”- berbeda dari yang lain. Pada umumnya mahasiswa dapat mengidentifikasi kasus yang menarik dari pemberitaan aktual yang menjadi perbincangan publik. Perbincangan publik ini biasanya terkait isu putusan pengadilan yang kontroversial. Mahasiswa juga dapat mencari kasus eksaminasi putusan pengadilan. Selain itu mahasiswa juga dapat memperluas pencariannya pada putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. Saat ini ada tren putusan-putusan Mahkamah Konstitusi menjadi topik yang menarik untuk diteliti. Hal ini dimotivasi oleh putusan Mahkamah konstitusi yang kaya perspektif sehingga menjadi diskursus yang menarik.