Menanam Kebaikan untuk Generasi Mendatang, Ma’had Al-Jami’ah dan LPPM UIN Syahada Tanam 100 Pohon Wujudkan Kampus Hijau

Padangsidimpuan, 20 Juni 2026 — Menanam kebaikan hari ini untuk kehidupan generasi mendatang. Semangat tersebut diwujudkan oleh Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan melalui kolaborasi Ma’had Al-Jami’ah bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam kegiatan Gerakan Penanaman Pohon Mahasantri/Mahasantriah Ma’had Al-Jami’ah dengan menanam sebanyak 100 pohon di lingkungan kampus.

Kegiatan penghijauan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian ekologis sekaligus implementasi paradigma teoantropoekosentris, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan ini juga sejalan dengan penguatan ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia serta mendukung program Green Campus sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menjaga kelestarian alam.

Mudiroh Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan Ustadzah Sylvia Kurnia Ritonga, M.Sy menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan inisiatif bersama warga Ma’had Al-Jami’ah, khususnya Mahasantri/Mahasantriah angkatan 2025/2026, dengan dukungan dan sinergi bersama LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan.

Ia menjelaskan, pohon yang ditanam berasal dari hasil partisipasi bersama, termasuk swadaya para mahasantri/ah yang secara mandiri membeli, membawa, hingga melakukan proses penanaman. Keterlibatan langsung tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Gerakan ini bukan hanya sekadar menanam pohon, tetapi menjadi pembelajaran bagi seluruh mahasantri/ah tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syahada Padangsidimpuan Dr. Putra Halomoan, M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen LPPM dalam mendukung program pengabdian yang berbasis kepedulian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi antara LPPM dan Ma’had Al-Jami’ah menjadi langkah strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada mahasiswa, khususnya Mahasantri/Mahasantriah, agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak berada di lingkungan kampus.

“Penanaman pohon ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan lingkungan kampus yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Setiap pohon yang ditanam hari ini memiliki nilai manfaat yang akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ujar Dr. Putra Halomoan.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan akan terus mendorong berbagai program kolaboratif yang mendukung visi kampus hijau serta penguatan nilai-nilai ekoteologi.

“Sinergi antara LPPM, Ma’had Al-Jami’ah, dan seluruh sivitas akademika merupakan kekuatan besar untuk membangun budaya peduli lingkungan. Semoga gerakan ini menjadi inspirasi dan dapat terus berlanjut di masa yang akan datang,” tambahnya.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag dalam sambutannya mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh warga Ma’had Al-Jami’ah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum berharga, terlebih para mahasantri/ah akan segera menyelesaikan masa pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah dalam beberapa hari ke depan.

“Spirit dari menanam pohon ini adalah bagaimana kita belajar menjaga kelestarian alam. Kita melihat berbagai fenomena kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah akibat ulah manusia. Maka, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari langkah kecil yang nyata,” ujar Rektor.

Rektor menjelaskan bahwa penguatan ekoteologi mengajarkan manusia untuk memahami lingkungan bukan hanya sebagai objek pemanfaatan, tetapi sebagai bagian dari manifestasi kebesaran Allah SWT yang harus dijaga dan dirawat.

“Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi kebaikan. Empat atau lima tahun ke depan, insya Allah hasilnya akan kita nikmati bersama. Pohon-pohon ini akan memberikan manfaat bagi warga kampus dan generasi berikutnya, bahkan dapat menjadi bentuk wakaf kehidupan yang terus memberikan manfaat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa hubungan manusia dengan alam harus dibangun secara harmonis. Manusia membutuhkan pohon untuk berbagai manfaat kehidupan, sementara pohon juga membutuhkan manusia dalam bentuk perlindungan dan perawatan agar dapat tumbuh subur serta memberikan manfaat yang lebih luas.

“Sedikit apa pun yang kita sumbangkan untuk kebaikan lingkungan, pasti akan memberikan dampak manfaat. Karena itu, seluruh warga kampus harus terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga program ini agar keberlangsungannya dapat dirasakan bersama,” tegasnya.

Rektor juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut, khususnya LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan, Mudiroh Ma’had Al-Jami’ah, Muwajjih/Muwajjihah, Musyrif/Musyrifah, serta seluruh Mahasantri/Mahasantriah yang telah menunjukkan kepedulian dan partisipasi nyata terhadap lingkungan.

Gerakan Penanaman Pohon Mahasantri/Mahasantriah Ma’had Al-Jami’ah angkatan 2025/2026 ini menjadi kegiatan perdana sebagai bentuk penguatan budaya ramah lingkungan di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan. Kegiatan diawali dengan pembukaan secara simbolis melalui pembacaan Basmalah oleh Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi penanaman pohon bersama sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan.

Melalui kolaborasi LPPM dan Ma’had Al-Jami’ah ini, UIN Syahada Padangsidimpuan semakin meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan kampus hijau yang berkelanjutan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian ekologis kepada mahasiswa sebagai generasi penerus yang memiliki tanggung jawab menjaga bumi.