Membangun Kemandirian Pesantren: Talkshow Menyambut Hari Santri Nasional 2023
“In commemoration of National Santri Day 2023, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan held an Expo Pesantren with a focus on “Pesantren Independence,” emphasizing the necessity for pesantren to become self-sustaining economic entities. Banking partners also showed support for pesantren empowerment. This event aims to promote pesantren’s self-reliance in driving local economic growth and community welfare.”
Padangsidimpuan, October 21, 2023 – In honor of National Santri Day 2023, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan hosted a thought-provoking talkshow on the theme of “Pesantren Independence.” The event took place on the premises of the Academic Affairs Office, adjacent to the UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, on Saturday, October 21, 2023.
This talkshow played an integral role in the broader exhibition of Pesantren from Padangsidimpuan, Padang Lawas, and Padang Lawas Utara. It featured two distinguished speakers: Samsul Bahri Hutabarat S.Ag., M.A., Head of the Cooperative and SME Department of Tapanuli Tengah Regency, and Dr. Utari Evy Cahyani M.M, Head of the Postgraduate Program in Islamic Economics.
The central theme of the talkshow was “Pesantren Independence,” aligning with the overarching theme of National Santri Day 2023, “Santri’s Jihad Empowering the Nation.” The event was expertly moderated by Ahmad Afandi S.E., M.E, a lecturer at UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, and it commenced at 2:00 PM WIB, continuing until its conclusion.
Dr. Utari Evy Cahyani M.M, in her insightful presentation, emphasized the need for Pesantren to transform into economically viable entities that can significantly contribute to the local economy. A pivotal aspect of this transformation is independence. Pesantren must operate self-sufficiently, reducing dependence on donors or sponsors and alleviating the burden on its students.
She further elaborated on the importance of Pesantren Law No. 18 of 2019, which delineates various functions of Pesantren, including education, propagation, and empowerment. Dr. Utari underscored that empowerment, particularly in the realm of economic self-sufficiency, is the litmus test of Pesantren’s independence. She contended that Pesantren’s reputation as self-sufficient hinges on prioritizing empowerment, which, in turn, bolsters financial stability, education, and propagation efforts.
Samsul Bahri Hutabarat S.Ag., M.A, the second speaker, shed light on the possibility of Pesantren securing business incubation funding from the Ministry of Religious Affairs. He stressed the importance of drafting comprehensive and realistic business proposals for consideration. Moreover, he emphasized three essential considerations for operating a profitable Pesantren business: firstly, the establishment of a business entity such as a Pesantren-owned Enterprise; secondly, product branding and halal certification to build public trust; and thirdly, embracing digitalization to compete in the current industrial revolution.
During the discussion segment, key partners, including Bank BNI, Bank Sumut Syariah, and Bank Syariah Indonesia, expressed their views and pledged support for the empowerment of Pesantren. The event proceeded with an atmosphere of warmth, relaxation, and reverence.
The talkshow culminated in a group photo session, which included the university’s Rector, Vice-Rectors, esteemed guests, the speakers, the moderator, and the academic community of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. This event served as a testament to the valuable insights and tangible support offered to Pesantren’s endeavors in pursuit of independence and meeting future challenges.
Padangsidimpuan, 21 Oktober 2023 – Sebagai bagian dari perayaan Hari Santri Nasional 2023, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menggelar talkshow yang menggugah pemikiran dengan tema “Kemandirian Pesantren”. Acara ini berlangsung di halaman Biro, tepatnya di depan kantor urusan akademik UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, pada hari Sabtu, 21 Oktober 2023.
Talkshow ini menjadi bagian integral dari pameran Pesantren se-Kota Padangsidimpuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara. Acara ini menghadirkan dua pembicara terkemuka, yaitu Samsul Bahri Hutabarat S.Ag., M.A., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Dr. Utari Evy Cahyani M.M, Kepala Program Studi Pascasarjana Ekonomi Syariah.
Tema sentral dari talkshow ini adalah “Kemandirian Pesantren,” yang sejalan dengan tema besar Hari Santri Nasional 2023, “Jihad Santri Jayakan Negeri.” Acara ini dipandu dengan sangat profesional oleh Ahmad Afandi S.E., M.E, seorang dosen di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, dan dimulai pada pukul 14.00 WIB hingga berakhir.
Dalam paparannya yang penuh wawasan, Dr. Utari Evy Cahyani M.M, menekankan perlunya pesantren bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian lokal. Aspek kunci dalam transformasi ini adalah kemandirian. Pesantren harus mampu beroperasi secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada donatur atau sponsor, dan mengurangi beban bagi para santrinya.
Ia juga menguraikan pentingnya Undang-Undang Pesantren No. 18 Tahun 2019, yang mengatur berbagai fungsi pesantren, termasuk pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan. Dr. Utari menekankan bahwa pemberdayaan, terutama dalam konteks kemandirian ekonomi, adalah tolak ukur kemandirian pesantren. Ia berpendapat bahwa reputasi pesantren sebagai lembaga yang mandiri tergantung pada prioritas pemberdayaan, yang pada gilirannya memperkuat stabilitas keuangan, pendidikan, dan usaha dakwah pesantren.
Samsul Bahri Hutabarat S.Ag., M.A, pembicara kedua, membahas kemungkinan pesantren memperoleh pendanaan inkubasi bisnis dari Kementerian Agama. Ia menekankan pentingnya menyusun proposal bisnis yang komprehensif dan realistis untuk pertimbangan. Selain itu, ia menyoroti tiga hal penting yang perlu diperhatikan ketika bisnis pesantren telah berjalan: pertama, pendirian entitas bisnis seperti Badan Usaha Milik Pesantren jika bisnis ingin menghasilkan keuntungan; kedua, branding produk dan sertifikasi halal untuk membangun kepercayaan masyarakat; dan ketiga, mengadopsi teknologi digital untuk bersaing di era revolusi industri saat ini.
Dalam sesi diskusi, mitra-mitra penting seperti Bank BNI, Bank Sumut Syariah, dan Bank Syariah Indonesia menyampaikan pandangan dan dukungan mereka terhadap pemberdayaan pesantren. Keseluruhan acara talkshow berjalan dalam suasana hangat, santai, dan khidmat.
Talkshow ini ditutup dengan sesi foto bersama, yang melibatkan Rektor universitas, para Wakil Rektor, para tamu terhormat, para pembicara, moderator, dan seluruh komunitas akademik UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Acara ini menjadi bukti nyata tentang wawasan berharga dan dukungan konkret yang diberikan kepada upaya pesantren dalam mencapai kemandirian dan menghadapi tantangan masa depan.
Kontributor: Ahmad Afandi