Memahami Ayat Tentang Iman Kepada Malaikat
Dalil tentang Malaikat dalam Alquran
Dasar iman kepada malaikat ini terletak pada kepercayaan terhadap kebenaran wahyu Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Seseorang yang mengakui kebenaran Al-Qur’an dan sabda Rasulullah pasti akan percaya bahwa malaikat itu ada, karena eksistensi malaikat dijelaskan dalam kedua sumber agama Islam tersebut.
An-Nisa’ ayat 136
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh.
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dan kepada Kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikatmalaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh dari kebenaran dan petunjuk Allah.
Malaikat termasuk makhluk Tuhan yang ghaib, yaitu segala sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera. Istilah ghaib berarti sesuatu yang hilang, lenyap, atau tidak ada dalam jangkauan panca indera.2 Jumlah malaikat sangat banyak hingga tidak ada yang dapat menghitungnya kecuali Allah SWT. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik tentang mi’raj, Nabi diperlihatkan Al-Baitul Ma’mur di langit, di mana setiap hari terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang melaksanakan shalat, dan setelah selesai, mereka tidak akan kembali ke tempat itu. Iman kepada malaikat mencakup empat aspek:
- Keberadaan Malaikat: Mempercayai bahwa malaikat ada.
- Identitas Malaikat: Mempercayai nama-nama malaikat yang kita ketahui, seperti Jibril, dan mengimani yang tidak kita ketahui namanya secara umum.
- Sifat Malaikat: Mempercayai sifat-sifat malaikat yang diketahui, seperti Jibril yang digambarkan Nabi SAW memiliki enam ratus sayap yang menutupi cakrawala.
- Pekerjaan Malaikat: Mempercayai tugas-tugas malaikat yang dijalankan sesuai perintah Allah SWT, seperti bertasbih dan beribadah kepada-Nya siang dan malam tanpa henti.
Malaikat Sebagai Utusan Allah
Malaikat sebagai utusan Allah merujuk pada peran mereka dalam menyampaikan wahyu, pesan, dan perintah Allah kepada manusia. Mereka berfungsi sebagai perantara antara Allah dan makhluk-Nya, seperti dalam pengutusan malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu kepada para nabi. Selain itu, malaikat juga bertugas melaksanakan perintah Allah, menjaga manusia, dan merekam amal perbuatan mereka. Sebagai utusan, malaikat menjalankan tugas dengan penuh ketaatan dan tanpa menyimpang dari kehendak Allah. Sebagaimana terdapat dalam surah Al-Fatih ayat 1:
“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”
Surah Fàtir ini lalu dimulai dengan pujian kepada Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai hal sesuai kehendak-Nya. Di antara bukti kekuasaan-Nya adalah bahwa dia menciptakan malaikat yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, dan empat, bahkan lebih dari itu, sehingga mereka dengan mudah dan cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hanya Allah yang mengetahui hakikat malaikat dan sayap-sayapnya tersebut. Allah berkuasa menambahkan pada ciptaan-Nya, baik malaikat maupun yang lain, apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu tanpa ada yang mampu menghalangi.
Adapun tugas-tugas malaikat yakni:
- Malaikat Jibril : Malaikat Jibril adalah sosok yang memiliki tugas menyampaikan wahyu kepada para Rasul Allah SWT. Di zaman sekarang, tidak ada lagi nabi atau rasul karena Nabi Muhammad SAW merupakan rasul terakhir dan telah wafat ribuan tahun yang lalu. Selain menyampaikan wahyu, Jibril juga bertugas meniupkan roh ke dalam janin yang ada dalam kandungan.
- Malaikat Mikail : Malaikat Mikail bertanggung jawab untuk memberikan rezeki kepada semua makhluk hidup di bumi. Tugasnya tidak hanya terbatas pada manusia, tetapi juga mencakup hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya. Setiap makhluk akan menerima rezeki mereka melalui Malaikat Mikail. Selain itu, dengan izin Allah SWT, Mikail juga mengatur cuaca, termasuk panas, hujan, dan pertumbuhan tanaman.
- Malaikat Israfil : Malaikat Israfil memiliki peran menjaga dan meniup sangkakala pada hari kiamat. Sangkakala ini adalah terompet besar yang akan ditiup ketika Allah SWT memerintahkan. Saat itu, hari kiamat akan tiba, dan semua makhluk hidup di dunia akan mati. Setelah meniup sangkakala pertama, Malaikat Israfil akan dihidupkan kembali untuk meniup sangkakala kedua, yang menandakan kebangkitan semua makhluk hidup, dikenal sebagai hari kebangkitan.
- Malaikat Izrail : Malaikat Izrail adalah makhluk yang wajib diimani, bertugas mencabut nyawa semua makhluk hidup di dunia. Tidak ada makhluk yang dapat menghindari takdir kematian ketika sudah waktunya. Ketika saatnya tiba, Malaikat Izrail akan mendatangi dan mencabut nyawa makhluk tersebut. Izrail dikenal luas sebagai malaikat yang sangat taat pada perintah Allah SWT, termasuk tugas mencabut nyawa makhluk-Nya.
- Malaikat Munkar : Malaikat Munkar bertugas menanyai orang di dalam kubur dan menyaksikan berbagai keburukan. Setelah nyawa diambil oleh Malaikat Izrail dan seseorang meninggal, mereka akan dijumpai oleh Malaikat Munkar yang akan mempertanyakan keimanan, terutama kepada mereka yang sering berbuat buruk. Dalam Alquran, Malaikat Munkar digambarkan sebagai sosok menakutkan yang membawa palu godam. Jika seseorang tidak dapat menjawab pertanyaannya, Malaikat Munkar akan memukul kepala orang tersebut hingga hancur. Setelah itu, orang tersebut akan dibangkitkan kembali dan ditanya dengan pertanyaan yang sama. Jika tetap tidak bisa menjawab, Malaikat Munkar akan memukulnya lagi, dan siklus ini akan berlanjut sampai Hari Kebangkitan.Malaikat Nakir : Malaikat Nakir memiliki tugas untuk menanyakan kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang di dalam kubur. Berlawanan dengan Malaikat Munkar, Malaikat Nakir akan datang dan menanyakan perbuatan baik seseorang. Dalam Alquran, Malaikat Nakir digambarkan memiliki wajah yang ramah. Jika seseorang dijumpai olehnya, orang tersebut akan diizinkan masuk ke surga Allah.
- Malaikat Raqib : Malaikat Raqib bertanggung jawab mencatat semua amal baik yang dilakukan oleh manusia selama hidup di dunia. Catatan amal baik ini akan disimpan oleh Malaikat Raqib dan akan menjadi pertimbangan untuk menentukan masuk surga.
- Malaikat Atid : Sebaliknya, Malaikat Atid memiliki tugas mencatat semua perbuatan buruk yang dilakukan manusia sepanjang hidup mereka. Tidak ada keburukan, sekecil apa pun, yang terlewat dari catatan Malaikat Atid.
- Malaikat Malik : Malaikat yang kesembilan yang harus diyakini adalah Malaikat Malik. Tugasnya adalah menjaga pintu neraka.
- Malaikat Ridwan : Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga. Dalam Alquran, surga digambarkan sebagai tempat yang indah dan merupakan imbalan bagi mereka yang beriman kepada Allah SWT selama hidup mereka.