Future Religion in G20, Thema AICIS 2022 Di Bali

Rabu (02/10/2022); Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) part II diadakan di Hotel Four Points Bali, Sheraton, merupakan perhelatan akademik dan intelektual yang dihadiri oleh para akademisi, pakar, penggiat, pemerhati serta peminat kajian Keislaman dari berbagai mazhab pemikiran, pendekatan, ragam dan lokus kajian Islam di dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari 1-4 November 2022 secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, yang kali ini diwakili Direktur Jenderal PTKIN, Ali Ramdhani, Selasa (01/10)

Thema yang diusung dalam AICIS tahun 2022 ini adalah Future Religion in G20, dengan tema dasarnya adalah Digital Transformation, Knowledge Management dan Social Resilience. Ketiga thema yang diusung ini dalam menghadapi turbulensi dinamika yang luar biasa terjadi akhir-akhir ini, demikian yang disampaikan Ali Ramdhani, Direktur Jenderal PTKIN.

” Pada dimensi awalnya, Agama membawa misi kasih sayang dan perdamaian. Namun jika kita menelisik akhir-akhir ini, kita temukan banyak yang menjadikan agama sebagai sekat pembeda dan pembatas antara umat, sehingga niscaya menimbulkan problematika sosial, radikalisme juga terorisme. Future Religion (sebagai thema kita ini) pada dasarnya adalah untuk mengembalikan nilai-nilai keagamaan pada ruh keagamaan yang sesungguhnya, ketika kita sadar bahwa agama hadir untuk mendekatkan insan-insan antar manusia. Agama yang mengajarkan profil orang-orang yang ramah tidak marah, mereka yang mengajak tidak mengejek, mereka yang membina, tidak menghina, mereka yang mencinta bukan mencerca. Agama seperti itu harus hadir di dalam diri kita, maka AICIS membahas tentang hal tersebut,” paparnya saat membuka AICIS di Ballroom Fourpoint Bali (Selasa, 01/11/2022).

Harapan yang sama juga disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Syeikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M. Ag.

“Kampus kita Universitas Islam Negeri Syeikh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan, dengan konsep pradigmanya yaitu Theoantropoekosentris, sangat menjunjung tinggi Humanisme, kasih sayang dan perdamaian. Perbedaan yang ada akan kita jadikan sebagai suatu bentuk kekayaan juga aset untuk tetap menebarkan kasih sayang Allah SWT,” ungkapnya kepada Humas.

Pada kegiatan AICIS tahun 2022 di Bali ini, rombongan Universitas Islam Negeri Syeikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terdiri dari Wakil Rektor bidang AUPK, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dekan/Wakil Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana.

Rombongan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan juga menyempatkan untuk berkunjung ke Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Bali dalam rangka benchmarking juga penandatangan kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak.

“Diantara bentuk keseriusan kita untuk menjadikan Universitas Islam Negeri Syeikh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menjadi Universitas bertaraf Internasional, adalah meningkatkan mutu kualitas, baik dosen/pegawai juga mahasiswanya dalam menguasasi bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional,” pungkas Muhammad Darwis Dasopang