MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL DALAM PENELITIAN
Berbeda dengan pendapat di atas, Frankel & Wallen dengan Gay & Airasian membuat acuan dalam penentuan jumlah sampel seperti tabel di bawah ini:
| Pendapat Ahli Jenis Penelitian | Frankel & Wallen | Gay & Airasian |
| 1. Deskriptif | 100 orang | 10 – 20% dari populasi |
| 2. Korelasi | 50 orang | 30 orang |
| 3.Eksperimental&Kausal komparatif | 30 orang per kelompok | 30 orang per kelompok |
Metode Slovin
Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus Slovin, Rumus Slovin digunakan jika jumlah populasi diketahui.
n=N/(1+Ne^2 )
dengan:
n : jumlah sampel
N : jumlah populasi
e : batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Untuk menggunakan rumus ini, pertama ditentukan berapa batas toleransi kesalahan. Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan persentase. Semakin kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel menggambarkan populasi. Misalnya, penelitian dengan batas kesalahan 5% (taraf signifikansi 5 %) berarti memiliki tingkat akurasi 95% (taraf kepercayaan 95 %). Penelitian dengan batas kesalahan 2% memiliki tingkat akurasi 98%. Dengan jumlah populasi yang sama, semakin kecil toleransi kesalahan, semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.Metode CochranAdapun rumus Cochran yang digunakan untuk menghitung besarnya sampel dinyatakan sebagai berikut. 
Keterangan:n = Jumlah sampel minimal N = ukuran populasit = tingkat kepercayaan (jika digunakan 0,95; maka nilai t = 1,96 atau jika digunakan 0,99; maka nilai t=1,99)d = taraf signifikansip = proporsi dari karakteristik tertentu (golongan)q= 1 – p1 = bilangan konstan
27 Comments